Tukang Las Berpenghasilan Rp. 25 Juta Perbulan
Tenaga kerja dengan ketrampilan yang terukur, tentu akan cepat tertampung. Meski hanya berprofesi sebagai tukang las, tapi mampu berpenghasilan hingga Rp. 25 juta perbulan
Hal itu dikatakan Bupati Tobasa Drs. Monang Sitorus, saat pembukaan pameran tugas akhir siswa tahun ajaran 2007/2008 di SMK Neg. I. Laguboti. “Kunci keberhasilan adalah disiplin” ujar Monang.
Dikatakan, kesuksesan dimulai dengan disiplin. Minimnya ketrampilan yang dimiliki selama menjalani pendidikan formal, menyebabkan aplikasi ilmu dan pengetahuan yang sangat kurang untuk diterapkan. Di Jepang, meski hanya berprofesi sebagai tukang las, tapi mampu berpenghasilan hingga Rp. 25 juta perbulan.
Setelah lulus dari SMK, lanjutnya, mudah-mudahan bisa meneruskan pendidikan ke Balai Latihan Kerja (BLK) di Porsea. Di sana, akan diberi pelatihan dan kursus tertentu. Sehingga, tenaga kerja yang dihasilkan merupakan tenaga kerja yang siap pakai. Sebagai ahli, tentunya. Baik ketrampilan dalam kria kayu, besi, logam ataupun tukang las bubut.
“Tenaga kerja dengan ketrampilan yang terukur, tentu akan cepat tertampung”. Terutama, untuk mendukung proyek pembangkit listrik Asahan I.” papar Monang, seraya menambahkan, pada pelaksanaan Musrenbang Propinsi, Menteri Pendidikan sudah menyetujui untuk membangun Akademi Pariwisata Negeri di Tobasa..
Dalam acara yang sama, Kadis Pendidikan Tobasa Drs Hulman Sitorus mengatakan, pelaksanaan pameran menunjukkan kesungguhan pemerintah melalui pendidikan mengkoordinasikan perencanaan pembangunan. “Keahlian yang dimiliki siswa, tentu dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi berbagai masalah, seperti pengangguran dan kemiskinan”tandasnya.
Selain itu, kata Hulman, peningkatan daya saing ekonomi daerah ke depan, akan ditentukan rekayasa pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi. “Karenanya, Pemkab Tobasa menyiapkan diri sebagai basis penguatan daya saing” jelasnya, sembari mengharapkan peran serta masyarakat dan anak rantau, guna mesukseskan pembangunan pendidikan.
Berbagai produk hasil kria logam dan kria kayu dipamerkan. Juga, pelaksanaan fashion show yang didisain sendiri oleh siswa. Dengan, sarana dan prasarana yang dimiliki SMK Negeri I Laguboti saat ini, memang bukan hal yang sulit untuk menghasilkan tenaga-tenaga yang ahli dan terampil. Sehingga, gaji seorang tukang las hingga Rp. 25 juta per bulan seperti yang diutarakan Bupati Monang bisa dicapai. Hanya saja, jika bekerja di Jepang.
Kepala sekolah SMK Neg. 1, Drs. Marubat Sitorus mencetuskan rasa tidak puas. Pasalnya, anggaran yang diperuntukkan untuk sekolah ini hampir tidak jauh berbeda dengan sekolah umum lainnya di Tobasa. “Bahkan, dana anggaran sekolah kami, lebih kecil dibandingkan sekolah yang lain. Idealnya, memang harus lebih besar. Sehingga, sekolah ini bisa memacu prestasi”harapnya.
Filed under: Jurnal