Tim Seleksi Kurang Profesional
Beberapa peserta yang mengikuti seleksi calon Anggota KPU Tobasa menilai, Panitia Tim Seleksi kurang professional. Pasalnya, pengumuman hasil seleksi administrasi bagi pendaftar yang lulus, diumumkan sampai 2 kali dengan hasil berbeda.
“Kita sudah surati DPRD Tobasa, untuk mempertanyakan hal ini” ujar Panahatan Hutajulu, seorang peserta.
Menindak lanjuti surat yang ditujukan ke DPRD Tobasa, oleh pihak DPRD kemudian membuat surat NO 17/776/DRD/2008 perihal mohon penjelasan tentang hasil seleksi calon anggota KPUD Tobasa. Surat tersebut, ditandatangani langsung Ketua DPRD Tumpal Sitorus. Dalam surat, Tumpal meminta Tim Panitia Seleksi datang ke kantor gedung DPRD Tobasa, guna dimintai penjelasan.
Kepada wartawan, Tumpal mengatakan, hal tersebut dilakukan bukan merupakan intervensi terhadap kinerja tim seleksi.”Kita menyurati Tim panitia seleksi, hanya untuk meminta penjelasan tentang hasil seleksi calon anggota KPUD Tobasa menyusul adanya surat sanggahan dari salah seorang calon yang masuk ke DPRD Tobasa,” ungkap Tumpal Sitorus.
Dikatakan, DPRD Tobasa berhak memanggil Tim Panitia seleksi untuk dimintai keterangan. Apa lagi dengan adanya pengaduan yang masuk ke DPRD Tobasa. “Tidak ada bentuk intervensi di sana,” jelasnya, seraya menyebutkan, jika sampai tiga kali surat nya tidak ditanggapi pihaknya akan meminta polisi untuk menghadirkan Tim Pansel secara paksa.
Ketua panitia seleksi calon anggota KPUD Tobasa Drs Tua Baganding Pakpahan MPD kepada wartawan, di kantornya, jalan Mulia Raja Balige, Kamis (4/9) lalu, mengatakan, pihaknya merasa diintervensi oleh Tumpal Sitorus. Sesuai petunjuk dari KPUD dan TIM Seleksi Propinsi hal seperti itu tak perlu di tanggapi. “Lagi pula, dalam undang-undang Tim Pansel calon anggota KPUD bertanggung jawab ke KPUD Propinsi. Tim Pansel Pusat, tidak bertanggung jawab ke DPRD.”ujarnya.
Akan tetapi, jika dicermati lebih jauh, tindakan Tim Seleksi Calon Anggota KPUD Tobasa yang mengeluarkan pengumuman hingga 2 kali dengan hasil berbeda, sangat patut dipertanyakan. Ada kepentingan apa tim seleksi di sana. Seharusnya, mereka komit dengan keputusannya.
Sumber : Harian Warta Kita, Jumat (5/8)
Filed under: Uncategorized
Kok bisa ya ketua DPRD intervensi TIM PANSEL KPUD?
berarti ada udang di balik batu……hiks..
Mardisir mardosor aek ni pora-pora
Na lipe (kurang profesional) gabe toho molo hata ni gogo.
Laporkan, taangkap dan penjarakan !!! Itu yang paling tepat bagi tim seleksi KPUD itu !!!
Terlepas dari Tumpal Sitorus punya kepentingan, tapi yang jelas Tim seleksi ini harus dipenjarakan. Sebab mereka melakukan pelanggaran pidana..
Demokrasi di Indonesia, terutama di Tobasa, yang merusaknya justru penyelenggara dan elit politik. Tengok, setelah menjadi anggota KPUD, orang-orang tersebut tiba tiba menjadi orang kaya. tanya lagi para caleg-caleg yang dulu ikut, berapa banyak duit mereka yang disorongkan ke KPUD agar bisa lolos jadi caleg. Tanya juga Calon dan Kepala Daerah di Tobasa, berapa banyak mereka berikan untuk melicinkan segala bentuk permainan di KPUD !!?
Nah, melihat bahwa jadi anggota KPUD bisa menghasilkan fulus yang banyak, tim seleksipun mulai aksi ikut bermain. Siapa yang meloby dan memberi upeti besar, merekalah yang di luluskan. tak peduli pengumuman berbeda-beda.
Jadi ringkasnya, tangkapkan seluruh tim seleksi KPUD Tobasa itu.
bah.. kenapa bisa sampai dua kali pengumuman dengan hasil yang berbeda.
berarti ada lah yang tak beres… Na boha nama i..ii
Horas…Uda
kenapa gak ada postingan yang baru di blog uda ini?
kenapa uda, sakitnya uda? kasi kabar lah uda…..
boti ma,
Horas ma dihita sude..
semoga keluarga besar Napitupulu makin berkembang tu joloan ni ari on.