Tanaman Kemenyan sangat Potensial untuk Dikembangkan

Berdasarkan tofografi dan kesesuaian agroklimatnya, tanaman kemenyan (haminjon), sangat potensial dikembangkan di Kecamatan Tampahan. Di Tobasa, luas tanaman perkebunan rakyat ini mencapai 1.311,5 Ha. Biasanya, komoditi ini diolah menjadi bahan baku kosmetik, bahan bangunan dan kebutuhan untuk pabrik rokok serta acara ritual adat di Pulau Jawa.   

Camat Tampahan, B. Lumban Toruan, S.Sos.mengatakan, potensi pertanian dari hasil perkebunan daerah ini patut diperhitungkan. Terutama, kemenyan. Sebab, tanaman ini banyak digunakan sebagai bahan baku industri. Selain daerah Parsoburan, kecamatan ini sangat berpotensi untuk pengembangan tanaman dimaksud.

Desa Tanggabatu Barat, memiliki areal kurang lebih 50 hektar tanaman kemenyan. Namun saat ini, sudah agak menurun produktivitasnya. Sebab, tanaman tersebut sudah berumur tua. Dan, memang saat ini, sedang diupayakan sosialisasinya. Sehingga, komoditi tersebut bisa diremajakan.

Produksi kemenyan (nama botaninya Styrax benzoin Dryand), baik secara kuantitas maupun kualitas masih rendah. Hal ini diakibatkan kurangnya minat petani dan sistem pengelolaan yang masih tradisional. Padahal, jika ditinjau dari segi banyaknya  manfaat, komoditi ini layak dilirik untuk dikembangkan. Aromanya sangat spesifik, dan kegunaannya tidak hanya sekedar dipakai dalam ritual beberapa suku tertentu saja.

Di lingkungan masyarakat suku Jawa, sering menjadi pengharum rokok kretek. Disebut ‘kelembak menyan’. Sedangkan di sektor industri, dipergunakan sebagai bahan baku kosmetika dan bahan pengikat parfum, agar keharumannya tidak cepat hilang. Juga, berguna sebagai bahan pengawet serta bahan baku farmasi/obat-obatan.

Pasar Kemenyan di Jawa, terdapat di Purwokerto, Magelang, Gombong, malang dan Jakarta. Dari sini, disebar-luaskan ke berbagai daerah, termasuk untuk diekspor ke Singapura sebagai kota transit ke berbagai negara tujuan yang memburthkan. Selain itu, dipakai sebagai bahan campuran dalam pembuatan keramik. Agar keramik lebih kuat dan tidak mudah pecah. Bahkan di negara-negara Eropa, kemenyan digunakan sebagai bahan campuran pada pemanas ruangan. Akan tetapi, masyarakat masih mengusahakan tanaman ini secara tradisional. Belum banyak yang membudidayakannya secara intensif, dan menjadikannya sebagai penghasilan utama.

Komoditi andalan lainnya dari kecamatan Tampahan, termasuk kopi varietas Aceh Tenggara (Ateng) yang lazim dizebut ‘sigarar utang’. Tanaman ini menjadi Natural Endowment (anugrah alam). Juga, budidaya tanaman cokelat atau cacao yang makin diminati petani. Hanya saja, jagung masih merupakan skala prioritas untuk dikembangkan. Pada wilayah seluas 24.45 km2 dari 6 desa kecamatan ini, komoditas padi masih mendominasi pola pertanaman petani. Padahal, berdasarkan hasil analisa usaha tani, secara ekonomi tanaman jagung lebih menjanjikan. Untuk itulah, komoditi jagung sedang gencar-gencarnya digalakkan pengembangannya di daerah ini.     

 

One Response to “Tanaman Kemenyan sangat Potensial untuk Dikembangkan”

  1. Daerah Tobasa Khususnya Kec.Tampahan adalah merupakan daerah yang sangat cocok untuk daerah pertanian,Saya sangat mendukung untuk pengembangan pertanian yang tertulis di atas karena daerah atau lahan yang ada di Kec.Tampahan sangat menjanjikan untuk peningkatan perekonomian masyarakat,disamping lahan yang tersedia juga didukung oleh kwalitas tanahnya yang tergolong sangat subur. Kebanyakan masyarakat masih terdoktrin akan jenis tanaman padi yang sampai saat ini mendominasi untuk ditanami. Pada hal selain padi masih ada kopi Aceh Tenggara ( Ateng ) atau kopi “sigarar utang” yang juga sangat menjanjikan keuntungan nya.
    Disebagian desa dikecamatan tampahan ada beberapa masyarakat yang bercocok tanam kemenyan (Haminjon),tapi belakangan hari masyarakat tersebut sudah tidak mau lagi untuk meremajakan tanaman yang sangat mahal itu. Padahal perawatan tanaman Kemenyan dibanding tanaman lain jauh lebih mudah,karena kemenyan termasuk tanaman keras. kebanyakan masyarakat tidak mengerti kegunaan dan pemasaran dari pada getah pohon kemenyan.banyak masyarakat setempat menganggap kalau kemenyan itu digunkan untuk memuja setan atau digunakan paranormal (datu) untuk memanggil roh. Hal itu yang mengakibatkan ketidak tertarikan masyarakat untuk tidak menanamnya. Bagi suku jawa kemenyan bisa digunakan untuk acara adat / ritual.pada dunia kesehatan getah kemenyan adalah salah satu bahan baku untuk obat obatan dan kosmetik,dan kemungkinan besar, kekayaan alam ini bisa digunakan untuk bahan baku senjata. Jadi sebenarnya tanaman ini sangat baik sekali dibudidayakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, karena pemasaran getah kemenyan bukan hanya dalam negri tapi juga di ekspor ke luar negri khususnya jepang dan negara negara eropa.semoga masyarakat kita mengembalikan semangat pertaniannya dengan membudidayakan beragam tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan. jangan marlisoooooi aja dilapo tuak,atau cekki dimeja judi.tapi tanam sekarang besok tuai. kalau bukan sekarang kapan lagi anda mulai,unang harapon halak manaruhon indahan tu jolom.nipi doi kawan.Horassssssssssssssss……………………

    Imran Napitupulu :

    Mauliate Lae Lumbantoruan,
    Di Tobasa petani kita umumnya masih ‘padi minded’. Sebab, mereka terlalu meyakini budidaya padi lebih menguntungkan. Padahal, jika ditinjau berdasarkan analisa usahatani, banyak komoditi lain yang lebih menjanjikan. Saya pernah berbincang-bincang dengan Pak Camat Tampahan tentang masalah pertanian. Beliau punya program dalam pengembangan pertanian di daerahnya. Termasuk peremajaan tanaman ‘haminjon’. Juga, komoditi-komoditi lainnya. Terima kasih, sudah berkunjung di blog Saya, Lae. Horas.-

Leave a Reply