Tak Ada Kecap Nomor Dua

Jelang pemilu 2009 di Tobasa, berbagai strategi akan diterapkan para caleg. Sosialisasi, silaturahmi, makan bersama, memotong B1 atau B2. Tujuannya, penggalangan merekrut massa. Hari ini, tak ‘kan terlihat lagi kecap nomor dua. Semua nomor satu. Yang terbaik. “The best”.

Caleg, Politik dan Peol-Otik

25 kursi DPRD akan diperebutkan lebih 200 caleg berbagai partai. Persaingan perebutan suara akan sangat ketat. Karena, umumnya caleg tersebut berasal dari kalangan pengusaha dan ‘tukang-olah‘. Selainnya, mengandalkan (mendompleng) popularitas.

Kelihatannya, mereka sangat berambisi menduduki kursi terhormat bernama DPRD tersebut. Sehingga, untuk mewujudkannya, berbagai kemunafikan tidak segan-segan dilakukan. Kebohongan. Tebar janji palsu. Margabus. Martolon. Siallang gana.

Hari ini, tak ‘kan terlihat lagi kecap nomor dua. Semua nomor satu. Yang terbaik. The best. Pembenaran terlihat di mana-mana. Kebenaran, tersudutkan entah ke mana. Kebenaran akan mendapat pembenaran dari satu kelompok. Kebenaran kelompok lain, dianggap bukan sebuah kebenaran. “Ada keteraturan dalam ketidak-teraturan. Ada pola yang sama pada suatu struktur dalam skala yang kecil ataupun besar,” begitu kata ahli matematika dan fisika.

9 bulan sejak sekarang, berbagai strategi akan diterapkan. Mengikuti pola periode sebelumnya. Serangan fajar. Money politic. Jurus ini akan diulang. Mereka meyakini, jurus ini cukup berhasil.

Dari sekian banyak caleg yang akan bertarung, hanya sedikit yang memiliki kredibilitas. Rata-rata, yang ikut berkompetisi, kalangan kontraktor (bukan kontrak-kotor). Selain itu, ada mantan Bupati. Nyonya ketua DPRD (kelihatannya, memang sangat ambisi). Disebut-sebut oleh beberapa media, ‘istri Katua’ dimaksud sempat bagi-bagi pupuk, lewat Partai, tanpa prosedural. Juga, pengurusan KTP gratis. (politik, jadi peol-otik)

Beberapa caleg, bicara berapi-api lewat radio swasta. “Aku, si polan dari partai anu. Kecap kami nomor satu. etc. etc…….” Aku, Nai Hapodea boru Naleban. Saatnya memperjuangkan nasib rakyat. Saatnya rakyat Tobasa berdaulat, Saatnya menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.”katanya. …. Bah… selama ini, anda di mana ???.

Caleg lainnya, mantan anggota dewan. Mereka ini, mungkin bermaksud mengulang kesuksesan sebelumnya. Mencari seuap nasi, segenggam berlian. (Mereka ‘hadaian’. Jadinya, ‘ida-ida’)

Penyusunan daftar caleg berbagai partai, pun banyak menuai kontraversi. Banyak partai mencalonkan keluarga dan kerabatnya sendiri. Ibaratnya, partai keluarga. … Bah, LUM LAM. gaor. sursar.

Bahkan, tim Penseleksi Calon KPU Tobasa, diduga tidak profesional. Sebab, pengumuman hasil seleksi administrasi yang lulus, diumumkan sampai 2 kali, dengan hasil berbeda. Sekarang, sedang diproses, karena dianggap cacat secara hukum. Peraturan dikangkangi. Seorang pengacara yang ikut seleksi, Panahatan Hutahaean, SH sedang melakukan upaya penegakan hukum, perihal hasil seleksi KPU.

Galau bertumpu. Renung kegusaran membuat gelisah, membayangkan situasi menjelang Pemilu 2009. Mengarah pada sebuah krisis kepercayaan. Hampir selama 5 tahun, payung yang diharapkan jadi pelindung, ternyata sangat tidak peka. Juga, tidak mampu mendengarkan suara hati rakyat.

*****Terdengar, Lae Monang Naipospos juga ikut jadi Caleg. Hemat Saya, calon wakil rakyat dengan pemikiran dan karakter seperti beliau, cukup tepat. Tobasa butuh manusia yang berani menyuarakan kepentingan orang yang tak bersuara itu. (voice of the voiceless).

3 Responses to “Tak Ada Kecap Nomor Dua”

  1. Lucu juga ya kalo para Caleg ini kayak pahlawan kesiangan. apa jadinya nanti kampung halamanku?
    kira-kira apa solusinya yang tepat buat keadaan sekarang uda Imran?

    @ Lae Monang
    Hebat dong Kalo Lae Monang jadi Caleg. Aku dukung lah lae….!!! dari Partai apa? Hidup Lae Monang…….

  2. Bila TOBASA menginginkan perubahan untuk maju
    Daerah itu membutuhkan Caleg Caleg yang idealist, bukan Caleg yang memanfaatkan Otonomi untuk kepentingan pribadi.

    Figur seperti Tulang Naipospos sebaiknya ada disana untuk menyuarakan dan memperjuangkan suara rakyat.

  3. ba ido attong tulang……bolo adong si rebuton ikkon marroan do tusi jolma on…
    haru porngis bolo iboto adong akka namanis pittor ro do sian banua holbung…he..he…

    apalagi on poang tulang adong di lehon pamaretta pusat pesta lao mangalului harajaon, baikkon dohot do hitaon???
    jolma na oto do hulala na so olo raja. ai nunga didok oppunta najaolo ( NA BISUK NA UMBOTO HATA NA OTO TU PANGGADISAN ) ….

Leave a Reply