SMP Negeri 1 Balige (dahoeloe.. dan sekarang)

            Sekolah ini merupakan SMP tertua di Tobasa. Berdiri sejak tahun 1945. Diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadi SMP Negeri Balige tanggal 1 Juli 1951. Sejak Januari 2004 lalu, resmi menjadi sekolah binaan yang pengembangannya diarahkan kepada intensifikasi pendayagunaan computer dan multi media oleh Pusat Pengembangan Penataran Guru Tertulis (P3G) Bandung.

Banyak tokoh-tokoh besar ‘halak hita’ pernah menimba ilmu di sini. Di antaranya Jendral Purn. DR. T.B. Silalahi, SH lulusan tahun 1954. Selain itu, pengacara kondang Luhut Pangaribuan. Bahkan, Raden Pardede yang belakangan santer disebut-sebut sebagai kandidat Gubernur Bank Indonesia, juga berasal dari sekolah

Sejatinya, generasi muda harus dipersiapkan menghadapi perubahan dan perkembangan IPTEK yang tengah berlangsung cepat. Metode paling tepat dalam meningkatkan kualitas SDM, yaitu melalui pendidikan. Sebab, pendidikan yang berkualitas akan meninggikan derajat kehidupan manusia.

Berawal dari tahun 1945 hingga 1951, dalam proses belajar mengajar, sekolah ini menggunakan gedung Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Onan Raja Balige. Kemudian, sebidang tanah dihibahkan masyarakat Hinalang kepada Pemerintah (1950) luasnya 20.016 m2. Selanjutnya, diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menjadi SMP Negeri Balige tanggal 1 Juli 1951.

Lalu, pada tanggal 1 Agustus 1956 dipecah menjadi 2 sekolah, yaitu SMP Neg. 1 dan SMP Neg. 2 Balige. Diresmikan Mendikbud R.I. dengan SK. No. 4349/B.III, tanggal 23 Agustus 1956. Gedung sekolah ini dibangun Badan Penyelenggara Sekolah Lanjutan (BPSL) serta Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG) secara bertahap berikut mobilernya. Hingga tahun 1984, jumlah  gedungnya sebanyak 30 unit.

Guna meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah ini menerapkan sistem belajar mengajar dengan menggunakan berbagai sarana teknologi canggih. Seperti, LCD dan In Fokus. Juga, memanfaatkan saluran TV education yang ditempatkan dalam satu ruang khusus multi media full AC. Sebanyak 20 unit computer bantuan alumni sekolah, termasuk 10 unit dari TELKOM dipergunakan siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (Tinkom).

Fasilitas yang dimiliki sekolah ini cukup lengkap. Termasuk ruang multi media sebagai sarana pendukung dalam melaksanakan program Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mencakup mata pelajaran Tinkom, sesuai program yang dicanangkan pemerintah. Dan, merupakan satu-satunya SMP di Tobasa yang menggunakan speedy untuk akses internet. ”Semuanya bertujuan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ini.”ujar Kepala Sekolah Drs. Selamat Panjaitan, MM.

Selain itu, tersedia musholla sebagai tempat beribadah. Laboratorim dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Juga, lapangan olah raga basket serta berbagai sarana dan prasarana yang belum dimiliki sekolah lain di Tobasa. 21 unit ruang kelas digunakan 800 siswa dengan 45 orang guru pengajar ditambah tenaga guru honor 5 orang. Hanya saja, masih kekurangan guru olah raga.

Sistem English day diterapkan setiap hari Rabu dan Kamis. Juga, penyelenggaraan kuis berhadiah pada bidang study tertentu, sebagai persiapan mengikuti ujian nasional. Semua aktivitas tersebut merupakan rutinitas dalam kegiatan belajar mengajar, ditambah penyelenggaraan kebaktian. Baik untuk umat beragama Kristen maupun Islam. Selain itu, diselenggarakan kegiatan Pramuka aktif dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS). “Kegiatan ekstra kurikuler lain, yaitu pengembangan olah raga karate, yang dibayar dari dana BOS” ungkap Panjaitan didampingi Wakilnya, Beriman Sinaga, SPd.

Prestasi yang pernah diukir sekolah ini, lanjut Panjaitan semenjak dirinya diberi kepercayaan memimpin dari Tahun 2006, di antaranya menjadi Juara Olimpiade Bahasa Inggris. Siswinya, Vivianti Gurning. Dalam tahun yang sama, secara akademik 4 orang siswa lulus ke SMU plus Yayasan Soposurung milik TB. Silalahi . Meski kemudian gagal karena faktor kesehatan.”Sebagai pendidik, kesalahannya mungkin bukan lagi pada kami” tukasnya seraya menambahkan, SMP Neg. 1 merupakan peringkat kedua se-Tobasa dalam UAN. Jika termasuk kategori swasta menjadi urutan ke-3. Sementara pada tahun 2006 lalu, hanya berhasil jadi peringkat ke-5.

Sistem pengarsipan yang rapih dan teratur jelas terlihat. Buku Induk Sekolah yang sudah berumur 53 tahun masih terlihat mulus. Dikelola Kepala Tata Usaha Jusman Pardede (73) yang bekerja semenjak tahun 1956. Memang patut diakui, kualitas kertas zaman tempoe doeloe jauh lebih bagus. Sebab, hingga sekarang buku induk ini tetap terlihat bagus dan rapih.

Tercatat jelas nama beberapa siswa yang dulu pernah mengecap pendidikan di sekolah ini. Sekarang, mereka banyak yang menjadi birokrat dan teknokrat, termasuk pejabat di DKI Jakarta. Di antaranya, Jornal Siahaan, James Pardede, Djonner Hutagaol, Eduard Simangunsong, Ramses Siahaan, Nurhayati Napitupulu serta banyak lainnya. Semua terdata dengan nomor urut yang teregistrasi di Buku Induk dengan teratur.

“Memikirkan negeri ini sangatlah penting. Tapi, tak ada salahnya memikirkan almamater tempat mereka menimba ilmu, ”kata Jusman Pardede, sembari menambahkan beberapa orang di antara alumni sekolah ini memberi perhatian dengan menggagasi bantuan yang akan direalisir lewat proposal yang dikirimkan pihak sekolah. Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional melalui upaya peningkatan mutu dan penyelenggaraan pendidikan hingga demokratisasi pendidikan tercapai, perlu dukungan partisipasi dan peran serta masyarakat secara optimal. Pendidikan memang butuh biaya besar dan mahal.

            Sektor pendidikan, ditetapkan sebagai salah satu pilar utama dalam Program Toba Mas 2010, sesuai visi misi yang dicanangkan Bupati Tobasa Drs. Monang Sitorus.  Sejatinya, kita patut menyadari arti pentingnya pendidikan. Sebab, ilmu dan pendidikan merupakan mata uang yang berlaku di seluruh negara. Tingginya keinginan menguasai IPTEK, digambarkan falsafah Batak Anakkon hi do hamoraon di ahu. Semua bisa terpenuhi dengan SDM yang well educated. Sistem Computerized dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah ini, membuat SMP Negeri 1 Balige selangkah di depan.

4 Responses to “SMP Negeri 1 Balige (dahoeloe.. dan sekarang)”

  1. Terima kasih juga kepada Bapak Imran Napitupulu yang telah mendownload berita SMP Negeri 1 Balige.
    dari kepala smp negeri 1 balige
    Drs. Selamat Panjaiatan. MM
    beserta guru dan staf pegawai SMP N 1 Balige

    Imran Napitupulu :


    Terima kasih. Mudah-mudahan apa yang saya tulis bisa menggugah kawan-kawan alumni sekolah ini.-

  2. sungguh prestasi yang luarbiasa. Mari kita tingkatkan terus. Jangan lagi ada guru yang pukul murid (sudah pasti ya), terapkanlah belajar sambil bermain/rileks namu serius, dan bermain sambil belajar. Guru guru yang saya hormati, tingkatkanlah tanggungjawab pencerdasan itu. Murid-murid sekalian, berpaculah dalam kualitas. Jangan pernah merokok, jangan berponselria dulu, karna itu tidak penting untukmu.
    Terimakasih.

    Imran Napitupulu :

    Terima kasih, untuk saran dan komentarnya amangboru. Harapan kita, mudah-mudahan sekolah ini dapat lebih memacu dan memicu prestasi. Demi pencerdasan kehidupan anak bangsa. horas.

  3. horasma muse, tu bapatua naung mambagi informasi tentang SMP N 1 alana alumni sian i do tong hami…boha kira2 bapatua??adong do naboi sihubungon nomor ni HP bapatua? jala didia hamu nuaeng?mauliate sian Henri Napitupulu

  4. Aku juga alumnni dari smp 1BALIGE.sepertinya sampai saat ini belum ada perubahaan yang berarti buat pembangunannya,di tinjau dari segi pengajarannya.saya sangat senang.di tambah guru-gurunya yang baik,terutama guru saya ibu o.s(o.br sianipar) dan ibu t..b tampubolon.mereka begitu baik.cara pengajarannya yang begitu lain dari guru-guru lainnya.saya angkatan 93.saya mendoakan semoga saja di hari kedepannya semakin baik dan baik untuk mencerdaskan bangsa terutama untuk masyarakat BALIGE.trimakasih

Leave a Reply