Ratusan Species Tanaman Obat di Taman Eden 100
Ratusan species tanaman obat terdapat di taman Eden 100. Taman ini merupakan taman wisata yang ditanami ratusan tanaman langka yang hampir tidak pernah lagi dibudidayakan. Dengan mudah, tanaman obat yang secara umum banyak dipergunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, bisa diperoleh di sekitar taman seluas 40 hektar, milik keluarga Marandus Sirait.
Keluarga Sirait telah mengelolanya secara turun temurun sejak puluhan tahun lalu. Lokasinya terletak di desa Lumban Rang Kec. Lumban Julu Tobasa, sekitar 40 KM dari ibukota Balige.
Salah satu tanaman langka yang sering menjadi perhatian pengunjung, yaitu tanaman mahkota dewa (simalakama). Meski mengandung racun, diyakini tanaman ini sangat manjur untuk mengobati penyakit diabetes.
“Buah Simalakama, sering diibaratkan dalam perumpamaan ‘dimakan mati bapak, tidak dimakan mati mamak”ujar Marandus, sembari menunjukkan pertanaman yang letaknya di depan gerbang masuk taman.
Selain itu, ada rumput tapak kuda dan buah biwa yang sering digunakan untuk obat batuk. Juga, ‘ompu-ompu’ yang berkhasiat untuk pengobatan orang yang terkilir. Ada lagi jenis tanaman yang paling sering menjadi incaran pengunjung. Yaitu, tanaman singkam. Pohon ini sudah berumur puluhan tahun. Terbukti dari diameter batangnya yang hampir 1 meter. Kulitnya terkelupas besar, akibat seringnya diambil pengunjung. Biasanya, digunakan untuk mengobati penyakit mag dan gangguan pencernaan lainnya. “Cukup banyak pengunjung yang meyakininya sebagai obat mujarab” terang Marandus.
Tanaman khas Batak, sangat banyak digunakan sebagai bahan baku obat. Termasuk untuk kosmetik. Juga, sebagai bahan bumbu masak. Seperti, andaliman dan antarasa. Mirip dengan namanya. Tanaman ini, rasanya pedas. Menyengat di mulut. Memiliki sensasi rasa yang unik dan spesifik. Sering digunakan mengolah penganan khas batak. Yaitu, makanan arsik dan naniura (ikan yang dimasak menggunakan asam). Asam ‘jungga’ dipergunakan untuk proses mematangkan ikan (dipadar), mirip masakan orang Jepang.
Berbagai jenis tanaman obat lain, sering menjadi incaran pengunjung. Mereka ingin mengetahui tanaman dimaksud secara lebih jelas dan detail. Misalnya, asam kingkit, lidah buaya, sampinur tali, sae-sae, andalehat, itom, salaon (indigo), kaca beling dan kumis kucing. “Hampir 100 jenis tanaman ada di taman ini” papar Marandus sembari menuturkan, terdapat pohon maja sekitar 20 pokok. Konon, kerajaan majapahit, terinspirasi dari buahnya yang pahit. Ukuran buahnya sebesar bola kaki. Sangat banyak tumbuh di daerah Bengkulu dan sebagian besar di daerah Simalungun. “Dulu, bibitnya kami bawa dari daerah Pekan Baru”, imbuhnya.
Beberapa puluh tahun lalu, pada awalnya Op. Brian Sirait (70) ayahandanya Marandus mengkoleksi berbagai species tanaman. Kemudian, ditanam di areal seluas 40 Ha milik keluarganya. Selanjutnya, gagasan ini diteruskan Marandus. Jelajah hutan mengelilingi Taman Eden 100, akan memperkenalkan pengunjung dengan ratusan species pohon langka. Termasuk di antaranya tanaman obat, dengan berbagai khasiat dan keunikannya. Contohnya, mobe, sotul, hori dan lain-lainya. Namanya pernah didengar, tapi tanamannya mungkin belum pernah dilihat. Seperti, pohon piu tanggule yang dijadikan tongkat / tukkot panaluan (sejenis tongkat mistis bagi orang Batak).-
Filed under: Jurnal