Pohon Hias di Pusat Kota Balige Tak Terurus
Ratusan batang pohon palam yang menghiasi sepanjang kota Balige, kondisinya sangat menyedihkan. Padahal, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tobasa menanamnya dengan maksud memperindah wajah kota.
Yang lebih menyedihkan, dari 100 batang pohon palam itu hanya sekitar 1 atau 2 batang saja yang tinggal. Itupun sudah dapat disebut hidup segan mati tak mau.
Sebelumnya, banyak orang mengira, dengan penanaman pohon palam setinggi 2 meter di sekitar kota, akan memperindah wajah kota, serta membawa kesejukan bagi masyarakat sekitar. Akan tetapi, harapan masyarakat sirna. Karena seiring berjalannya waktu, satu persatu pohon itu, “lemas,” . Daunnya mulai layu, begitu juga dengan batangnya nampak menguning tak berminyak. Ibarat orang yang tidak pernah makan makanan bervitamin.
Akhir tahun anggaran 2008 lalu, ajal pohon palam pun tiba, satu persatu gugur tak berbekas akibat tidak terawat. Sehingga harapan masyarakat yang sebelumnya akan menghirup udara justru menghalangi pemandangan. Kota Balige menjadi terlihat gersang akibat batang pohon palam yang sudah kering. Bahkan, jika diinginkan, pohon hias tersebut siap dijadikan sebagai kayu bakar.
Masyarakat terkesan tidak perduli. Sebab, instansi terkait saja pun tampak tampaknya kurang peduli. Bahkan, mereka mungkin sudah lupa dengan pohon palam yang mereka tanami. Pohon-pohon palam tersebut luput dari perhatian petugas. Warga berharap, jika Pemkab Tobasa membuat program penghijauan kota, sebaiknya melalui pertimbangan matang. Jangan asal tanam. Sebab, mubazir jadinya. Apalagi, jika tidak diurus sama sekali. Sementara, biaya yang telah dikeluarkan Pemkab Tobasa untuk penanaman pohon tersebut lumayan besar, dengan hasil yang seperti sangat sia-sia.
Filed under: Jurnal, Lingkungan
Molo dinas kehutanan do antong manuan, ingkon hau na adong di tombak/hutan do suanonna, sekalian manjaga asa uang punah jenis ni hau i, misalna Haminjon, Anturmangan, dll. Alana ndang disuani be ninna hau asli ni tombak i, holan kaliptus nama di suan. dll. Molo dinas perkebunan do manuan, ba hapea ma di suan manang kalapa sawit. Molo hau palem do, ingkon dinas tatakota do manuan i asa unang melos.
aku salah seorang yang g setuju dengan ada penanaman pohon palam itu.seolah2 penanaman itu hanya untuk menghabiskan anggaran yang ada tanpa ada perencanaan yang matang.bagaimana mungkin menanam pohon tanpa mempertimbangkan aspek2 lainya..(terbukti,pohon2 itu bermatian).
mohon untuk pemkot Tobasa, pohon yang ada tolong ditanam ditrotoar jalan supaya suasana tidak bertambah panas, dan tidak gersang. karena sekarang balige udah panas, mau ikutan kayak jabotabek, trus dibenahi lagi tatanan kotanya supaya lebih maju & asri, dengan tidak menghilangkan seni budaya kita, gunung 2 sampai gundul, klo bisa reboisasi digalakkan untung Tuhan baik banyak gunung dan hutan sudah pada gundul. pemda harus menghimbau masyarakat Tobasa supaya melestarikan danau toba tidak membuang sampah di danau toba. saluran air got tidak ditutup supaya lancar untuk menghindari banjir. pendidikan juga disekolah kalo bisa diterapkan mata pelajaran komputer dan internet, agar anak tobasa bisa besaing diluar daerahnya. dan juga bahasa inggris boleh diterapkan sambil mengajar pakai bahasa inggris jangan seperti jaman saya sometime pake bahasa batak karena sehari-hari kita sudah pakai batak. togel harus dihapuskan dr tobasa, itu menipu orang kita sendiri.