Golkar Tobasa Kisruh
Rapat persiapan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tobasa yang diselenggarakan di kompleks D.I. Panjaitan Balige, Senen (13/7) berlangsung kacau. Seluruh peserta yang hadir sepakat untuk menunda penyelenggaraan rapat. Alasannya, banyak kejanggalan yang terdapat dalam surat undangan yang mereka terima.
Saat rapat hendak digelar, Wakil Ketua DPD Golkar, Jhonhal Tambunan, SE mempertanyakan adanya indikasi kejanggalan dari surat yang dikirimkan DPD Partai Golkar Sumatera Utara Nomor : PB-1214/GK-SU/VI/2009 tanggal 15 Juni 2009. “Kami tidak pernah diundang untuk rapat membahas masalah persetujuan mengusulkan pelaksanaan Musda yang akan dipercepat. Apalagi, surat tertanggal 15 Juni 2009 dari DPD Sumatera Utara, baru kami terima pada tanggal 6 Juli yang baru lalu,”ungkap Jhonhal.
Menurut Jhonhal, terdapat berbagai indikasi kejanggalan yang sengaja diperbuat untuk mengaburkan penafsiran dalam tubuh kepengurusan Golkar di Tobasa. Berdasarkan laporan DPD Golkar Tobasa, dinyatakan kepengurusan yang semakin tidak solid. “Padahal, tidak pernah digelar rapat yang menghasilkan keputusan seperti itu. Juga, tidak pernah ada kesepakatan bersama antara 9 pimpinan kecamatan yang mendesak mempercepat pelaksanaan Musda. Apalagi, mengusulkannya sebelum penyelenggaraan Pilpres. Ini sungguh sangat membingungkan, “ujar Jhonhal.
Untuk itu, kata Jhonhal dirinya meminta agar menunda rapat yang akan digelar. Selain itu, ada beberapa hal yang menurutnya perlu diklarifikasi ke DPD Golkar Sumatera Utara. “Saya agak meragukan NPAG Ketua Ali Umri yang menandatangani surat itu. Setahu Saya, NPAG beliau bukan seperti yang tercantum dalam surat, “jelasnya.
Hal tersebut diaminkan Pengurus Harian Golkar lainnya, Humisar Panjaitan yang menyatakan keheranannya atas berbagai kejanggalan yang mereka lihat dari surat undangan yang diterima. “Banyak terdapat kejanggalan, yang merupakan rekayasa serta sangat tidak rasional yang tujuannya seperti mengarahkan kepada sesuatu hal yang salah. Artinya, untuk apa melangkah lebih jauh membahas persiapan Musda. Sebaiknya ditunda dululah. Tunggu diklarifikasi, “imbuhnya.
Wakil Ketua lainnya, Bualla Napitupulu senada dengan PK Lumbanjulu Des boru Manurung, juga sangat menyesalkan jalannya rapat persiapan Musda yang sarat rekayasa untuk kepentingan kelompok tertentu dengan tujuan tertentu. “Idealnya, Partai sebesar Golkar, hendaknya dimotori orang-orang yang lebih professional. Jangan mengarahkan serta mengorbankan PK yang militan, demi tujuan tertentu dari orang tertentu. Jangan kangkangi hak kami,“sebut mereka.
Suasana rapat cukup memanas. Apalagi, disinyalir adanya penghianat-penghianat partai yang menyusup mengikuti rapat. Salim Simangunsong, kader partai yang dianggap membelot dan menghianati partai, sebab saat Pilgubsu lalu terbukti menjadi TS partai lain. Salim sempat diusir dari ruang rapat, karena disinyalir hendak mengacaukan rapat dan dianggap hendak menggembosi.
Menanggapi banyaknya interupsi yang datang dari peserta rapat, Ketua DPD Golkar Tobasa Drs. Sahala Tampubolon, tidak bisa berbuat banyak, selain menyerahkan keputusan kepada peserta. “Benar surat tersebut memang tertanggal 15 Juni 2009. Tapi, Saya jemput bola. Saya langsung ke Medan untuk mengambilnya, “katanya.
Sahala Tampubolon, mantan Bupati Tobasa yang pada pemilihan Legislatif beberapa waktu lalu sempat mencalonkan diri jadi Caleg, meski tidak berhasil memperoleh suara yang cukup mengaku, dirinya tidak serius dalam pencalonnnya menjadi anggota legislative. “Saya tidak serius, saat mencalonkan diri jadi anggota legislative saat itu, “kata Sahala.
Pernyataan Sahala Tampubolon, yang menyatakan dirinya tidak serius dalam pencalonannya sebagai Caleg, sangat disesalkan sejumlah kader partai Golkar Tobasa. Termasuk Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Tobasa, Shenty Greta br Napitupulu. “Seandainya pak Sahala ‘nggak serius, seharusnya memberi kesempatan kepada kader-kader Partai lain yang lebih militan. Sikapnya itu, saya anggap tidak berniat untuk membesarkan partai,”kata boru Napitupulu.
Acara tersebut dihadiri anggota DPRD Tobasa periode 2004-2099 dari Partai Golkar, Herbert Sibuea, SE, Maruahal Napitupulu, Ir. Firman Pasaribu dan sejumlah kader partai dan organisasi sayap Partai Golkar lainnya.
Filed under: journal
Thanks for posting about this, I would love to read more about this topic.