Pengurus Partai Bagi-bagi Pupuk

Di saat pupuk langka dan menghilang dari pasaran, banyak petani di Tobasa menjadi kewalahan. Di saat itu pulalah, Oknum Ketua dan beberapa orang pengurus salah satu partai yang baru dibentuk di kabupaten ini, menyalurkan pupuk tanpa melalui kelompok tani.

Menjadi perbincangan ramai, di mana disebut-sebut Ketua Kelompok Tani Ripe Ganjang Sada (BH), yang juga Ketua PAC Partai Republiku Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa mengatas namakan kelompok tani, menyalurkan 24 ton pupuk bersubsidi. Namun hal tersebut dibantah Kades Pardinggaran.

Kades Pardinggaran, Marhuarar Pangaribuan mengatakan, penyaluran pupuk oleh BH, tidak melalui kelompok tani. Tapi, melalui pengurus Partai Republiku, yaitu MS. “Jadi, jangan dikatakan penyaluran pupuk sebanyak 24 ton itu, disalurkan melalui kelompok tani. Kades tidak menerima pernyataan seperti itu”ujar Pangaribuan.

Sekaitan dengan penyaluran pupuk sebanyak 24 ton di tiga desa kecamatan Laguboti, Kepala Gudang Pusri, Sampe Nainggolan, yang membidangi 4 wilayah kabupaten, yaitu Tobasa, Taput, Humbahas dan Samosir, mengaku bingung dalam pembagian pupuk Urea bersubsidi di daerah Tobasa. Sebabnya, beberapa oknum anggota DPRD maupun istri anggota dewan yang terhormat itu, selalu bertelefon agar jatah pupuk dikeluarkannya.

Akibatnya, peredaran pupuk tidak lagi sesuai dengan Rencana Definitf Kebutuhan Kelompok (RDKK). Contohnya, Laguboti.   3 kelompok tani mendapat jatah 24 ton. Padahal, seyogianya jatah pupuk per kecamatan hanya 7 ton.

“Saya bingung dalam mengedarkannya. Untuk siapa kita salurkan pupuk ini. Sebab, Ketua Dewan Tumpal Sitorus dan istrinya serta anggota Dewan Sabam Simanjuntak, menelpon Saya, agar pupuk ini kita keluarkan” kata Nainggolan baru-baru ini kepada sejumlah wartawan.

Kasihan, petani kita….. Mungkin, dalam rangka the win the heart of people (merebut hati masyarakat) pupuk menjadi alat. Hebatnya, oleh oknum anggota DPRD. Lebih hebat lagi, ada campur tangan isrti anggota Dewan yang menjadi Ketua Partai. Bagaimana ini ???

13 Responses to “Pengurus Partai Bagi-bagi Pupuk”

  1. Soal pupuk langka itu sudah biasa.. tapi kalo soal istri ketua dewan ikut campur masalah pupuk itu baru langka. ( tapi kok ada ya di Tobasa….??)Saya sudah banyak lihat istri2 ketua dan anggota DPR Jarang sekali ikut campur masalah urusan suami2nya. Biasanya istri dewan muncul ketika suaminya di tuduh kan Korup. seperti kasus Al Amin setelah ditangkap KPK baru istrinya (kristina) muncul kepermukaan untuk dimintai jadi saksi. menurut undang2 DPRD itu sebagai pengawas pemerintah daerah setempat, sah2 aja kalo ikut penyaluran Pupuk kepada rakyat. Namun perlu dingat, jangan mencampur adukakan urusan dewan dengan Kepartaiannya, apa lagi sampai Seorang istri ketua Dewan ikut campur, hal ini bisa berdampak Negatif terhadap masa depan Partai Republiku.The win the heart of people sah-sah saja selama Pupuk itu berasal dari dana Partai Republiku.Namun bila Pupuk tersebut berasal dari Anggaran Daerah yang diberika dari Anggaran Negara, maka ketua Dewan dan istri serta yg ikut terlibat sangat bisa dibawa ke ranah hukum, dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Korupsi Nomor 33 Tahun 1999. Jadi kepada Ibu Ketua Dewan yg terhormat, Tolong Masalah kepartainnya dipisahkan dari masalah Pupuk Rakyat, Belum waktunya untuk kampanye. Sabar Ibu ketua, untuk jadwal kampanye Pemilu Tahun 2009 belum waktunya bu… Nanti kami dari Jakarta akan kirim Jadwal Kampanye Partai Republikku ke Rumah ibu Dewan. Don’t worry.Be Happy.

  2. Soal pupuk langka itu sudah biasa.. tapi kalo soal istri ketua dewan ikut campur masalah pupuk itu baru langka. ( tapi kok ada ya di Tobasa….??)Saya sudah banyak lihat istri2 ketua dan istri anggota DPR Jarang sekali ikut campur masalah urusan suami2nya. Biasanya istri dewan muncul ketika suaminya di tuduh kan Korup. seperti kasus Al Amin setelah ditangkap KPK baru istrinya (kristina) muncul kepermukaan untuk dimintai jadi saksi. menurut undang2 DPRD itu sebagai pengawas pemerintah daerah setempat, sah2 aja kalo ikut penyaluran Pupuk kepada rakyat. Namun perlu dingat, jangan mencampur adukakan urusan dewan dengan Kepartaiannya, apa lagi sampai Seorang istri ketua Dewan ikut campur, hal ini bisa berdampak Negatif terhadap masa depan Partai Republiku.The win the heart of people sah-sah saja selama Pupuk itu berasal dari dana Partai Republiku.Namun bila Pupuk tersebut berasal dari Anggaran Daerah yang diberika dari Anggaran Negara, maka ketua Dewan dan istri serta yg ikut terlibat sangat bisa dibawa ke ranah hukum, dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Korupsi Nomor 33 Tahun 1999. Jadi kepada Ibu Ketua Dewan yg terhormat, Tolong Masalah kepartainnya dipisahkan dari masalah Pupuk Rakyat, Belum waktunya untuk kampanye. Sabar Ibu ketua, untuk jadwal kampanye Pemilu Tahun 2009 belum waktunya bu… Nanti kami dari Jakarta akan kirim Jadwal Kampanye Partai Republikku ke Rumah ibu Dewan. Don’t worry.Be Happy.

  3. Kesulitan Petani jangan jadi aji numpung untuk kampanye (cari simpatik petani).Pengurus partai boleh boleh aja bagi-bagi pupuk. tetapi kalu pupuk tersebut adalah pupuk subsidi sebaiknya DISALURKAN SAJA MELALUI KELOMPOK TANI JANGAN ATAS NAMA PARTAI.

  4. Pupuk Urea bersubsidi itukan dari Anggaran Negara,.. kok bisa penyaluran pupuk ber Subsidi pakai atas nama Partai Republiku? Wah… sudah hancur negara ini bah..

  5. Opo iku Republiku calon pataiku
    Mengapa berliku?
    Strategi pemasaran perlu yang jitu
    Agar mendapat mutu di pemilu
    Jangan sampai masyarakat merasa tertipu

    Kalau saja mereka ikut mengawasi jalannya/sistem penyaluran itu, sehingga pupuk sampai di tangan masyarakat, sudah pasti masyarakat akan meliriknya.

    Betapa kuasa itu memang ada di tangan mereka, tetapi mereka menyalahgunakannya.

    Perbaikilah strategi pemasaranmu. Belum terlambat dalam keadaan sudah terlambat.

  6. Nangkenelah bonsir parbingkasane,urong opo-opo uwes ngono. Bohado molo dung hundul di kurosi ni hasangapon i,”olo ma ra marbasa-basa tu kedanna nang pe sosian artana “. Oooh…. walahhhwalah…

  7. kok bisa pupuk bersubsidi bisa sampai ketangan partai ,apa kami kelompok tani yang resmi tidak diakui oleh pusri.berati pt pusri ada main sama partai atau……….
    berarti pemerintah tobasa kurang memperhatikan para petani di toba samosir melainkan takut sama partai

    *****di negara republik indonesia tercinta ini, sepertinya apa saja bisa berlaku Lae. Apalagi, kepengurusan partai dimaksud di tangan ‘orang kuat’. Yang pasti, kita perlu banyak sabar sambil ngurut dada….

  8. Wah, ini sudah luar biasa. Sebaiknya petani-petani di laguboti melakukan tuntutan secara hukum.
    TANGKAP KEPALA GUDANG PUSRI BALIGE !!!
    Kenapa dia mengeluarkan pupuk diatas RDKK dan malah lewat telepon pula ?? Kenapa dia tidak minta surat dari oknum-oknum tersebut untuk bukti administratif ? Jangan-jangan ini hanya fitnah kepada Ketua DPRD yang pernah saya dengar (dulu) , sangat tegas, lantang meminta kasus penyelewengan uang 3 milyar oleh Bupati Tobasa diusut dan diproses penegak hukum !!

    Pak Tumpal Sitorus (Ketua DPRD Tobasa), Ibu isteri Ketua, pak Sabam Simajuntak agar meminta Kepolisian atau kejaksaan untuk MENANGKAP dan MEMENJARAKAN Kepala Gudang Pusri Balige, karena telah mencemarkan nama baiknya, yakni anda-anda mempergunakan power yang anda-anda miliki untuk meijak hak hak rakyat petani yang sangat menderita sekarang ini>

    Tolong pak, secepatnya anda-anda TANGKAPKAN Kepala PUSRI Balige ini.

    Persoalannya memang,
    1. Punya nyali tidak Pak Tumpal dan Istri serta pak Sabam untuk membersihkan nama baiknya ??
    2. Tau nggak Bapak-bapak dan Ibu ini, mereka dituduh Kepala PUSRI sebagai orang-orang yang telah menginjak hak petani dan mencuri hak-hak petani ?
    3. Pernah nggak bapak-bapak dan Ibu buka-buka blog internet ?
    4. Pusing nggak para rakyat di Toba mikirin hal ini ?

  9. Sudah kubilang dari dulu ,
    “hai petani-petani berhentilah menanam padi ! Jadilah pengurus partai, atau jadilah anggota legislatif, isteri legislatif, suami legislatif, jadi bupati, atau jadi camat, atau jadi kepala dinas, atau minimal jadi pegawai dikantor lah (honorer pun jadi ).
    Tujuannya apa ?? Kalau tidak ada yang jadi petani, tak ada yang perlu pupuk kan ?! Terus takkan ada Ketua DPRD atau isterinya, atau anggota dewan yang lain yang akan merampok hak-hak petani dan meijak-mijak petani. Takkan ada telepon kepada kepala gudang Pusri ! Kepala guang Pusri pun takkan ada. Lha wong petaninya sudah tak ada ! Ya pupuknya pun tak ada ! Padi dan beras pun tak ada.

    Lantas kita makan apa ???
    Ya makan sesama anggota dewanlah, makan ketua dewanlah , makan sesama pejabatlah, makan sesama yang lainlah !!
    Iya nggak, iya nggak ??

  10. @ sordak.
    Jangan extrim…. ah lebih baik ajak para petani datang ramai-ramai ke gudang pusri,dan ambil semua pupuk yang ada sebab pupuk kan untuk petani.

  11. bah….bah…..ngeri nai….ai boru napitupulu do inantai tahe?. he..he…..

    Nunga salah fatal i bah.
    Ikkon diingot do pesan ni guru agama. Pasomal-somal ma dirim tu hadaulaton.

    Horas di hita saluhutna.
    Gurgur manurung

  12. kalau disimak dari kalimat diatas yang dimaksud adalah “ada istri anggota dewan yang menjadi ketua partai” bukan istri ketua dewan. mauliate

    *****Istri Ketua Dewan, jadi Ketua Partai…..

  13. Ba, ba, ba, ai namahua do ?? Sampe hati ma hamu poang akka anggota dewan i menginum mudarni partani i !! nga luar biasa hamu poang.
    Tarlumobi tu lae si Tumpal Sitorus. Jadi hape holan hata di luar do i nanaeng mambaen tikkos lakkam di Tobasa. Si Monang Sitorus korupsi 3 milyar nimmu. Ba uttagon dope i daripada nabinaenmuna on. Mudarni partani langsung nama naung dioccop hamu on. Paso hamu ma poang jadi anggota dewan. Unang be mancalon hamu. Ai molo sonnari mudarni partani di inum hamu, haduan, molo anggota dewan dope hamu muse, dang holan mudar dohot daging ni partani i be sossopanmuna be. Dohot tena i pe, ripas bondutonmuna alani hosukmuna. Ate dangido ?

    *****@martua
    tarhira boi ma nasida ginoaran ’si-allang gana’. Barani martolon, laho padenggan ngolu ni natorop siganup ari. Hape, ba songoni ma. Lum-lam do Tobasa. Magopo na i, atehe.
    Horas, ma amang .

Leave a Reply