Pendidikan Bermutu dan SMART

Pendidikan niscaya akan mencerahkan masa depan. Karenanya, Dinas Pendidikan Nasional Tobasa, akan memajukan pendidikan bermutu dengan konsep Sejahtera, Mandiri, Adil, Religius, Terdepan ( SMART).

 Pemerintah dan komponen masyarakat berikut seluruh stake holder yang ada, harus meyakini bahwa kualitas pendidikan adalah merupakan kunci yang utama.  Untuk itulah, Kadis Pendidikan Tobasa Drs. Hulman Sitorus menyatakan, Pemkab Tobasa menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar pembangunan. Sebab, pendidikan mempunyai peranan penting, serta memiliki kontribusi nyata yang sangat significan. “Tujuannya, menciptakan masyarakat terpelajar, sehingga bisa lebih maju, mandiri, sejahtera dan bebas miskin”, katanya.

Dikatakan, pendidikan merupakan investasi manusia yang bernilai ekomomis tinggi., Karena, berfungsi sebagai faktor produksi yang memberi pertumbuhan ekonomi. Dinas Pendidikan Tobasa akan tetap berbenah diri, dengan melakukan program-program strategis guna memajukan mutu pendidikan untuk mensejahterakan masyarakat, Mandiri, Adil, Religius, Terdepan (SMART).

Beberapa prestasi yang telah diukir Diknas Tobasa, di antaranya, sebagai juara pertama pada Kejuaraan Karate Nasional 2007, diraih atlit karate Rico Simare-mare. Mewakili Propinsi Sum. Utara pada Olimpiade Sience, atas nama Eko.S. Hutahaean (siswa SMA Neg. 2 Balige). Juga, mewakili Sum. Utara pada Olimpiade tingkat Nasional tahun 2007, dari siswa SMK Neg Laguboti.

Di samping itu, kata Hulman lomba di tingkat kabupaten dilaksanakan. Seperti, matematika, lomba pidato berbahasa Inggris tingkat SD dan Lomba Penelitian Ilmiah tingkat SMP / SMA serta pelatihan (work shop) tingkat SMA .“Juga, berhasil mewakili Sum. Utara dalam Guru berprestasi kategori SMA, diperoleh Togar Panjaitan, SPd guru SMA Neg. Silaen” kata Hulman, sembari menambahkan, dalam kaitan tersebut, Diknas Tobasa ingin menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat. Sebab, atas hasil prestasi Togar, diberi kesempatan untuk melanjutkan program S2, mendapat bea siswa, dari Depdiknas.

Berikutnya, kata Hulman untuk kualifikasi guru non strata satu, Pemkab Tobasa memberikan keringanan uang kuliah untuk 300 orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan di Unita Silangit. Sesuai program nasional pendidikan anak usia dini, dari beberapa kabupaten kota Prop. Sum. Utara, mendapat kuota sebanyak 40 orang. “Diknas Tobasa, juga mengirimkan utusan tim fasilitator masyarakat di Bandung (Jawa Barat), dan diikut sertakan pada pelatihan tim fasilitator di Solok (Padang)”jelasnya.

Ujian Nasional 2007 / 2008 telah disosialisasikan tiap-tiap Kepala Sekolah, mulai UPTD, SD-SMP dan SMA/SMK. Dalam pelaksanaan ujian yag akan datang, sangat dipahami, di mana UN bertujuan untuk nilai pencapaian kompetensi kelulusan nasional, pada mata pelajaran tertentu. Sebab, itu merupakan akuntabilitas public. Diharapkan, mampu menyediakan serta memberi bahan informasi kepada masyarakat tentang kemajuan dan prestasi.

“Pengendalaian mutu pendidikan, pada UN merupakan instrumen yang menjamin tiap lulusan memenuhi kualifikasi, kompetensi dan standard tertentu” imbuhnya. Juga, sebagai motivator. Artinya, untuk mendorong pengelolaan / penyelenggara pendidikan, agar lebih giat untuk hasil yang diharapkan.

Selain itu, lanjut dia lagi, sebagai seleksi. Yaitu bahan pertimbangan, untuk anak tertentu  kemana sebaiknya dianjurkan untuk melanjutkan pelajarannya. Juga merupakan bahan diagnosa, untuk evaluasi. Yang dapat memberi umpan balik, kepada sistem kekuatan dan kelemahan sekolah untuk diperbaiki.

Paparan tersebut, disampaikan Kadis Pendidikan Tobasa, Drs. Hulman Sitorus pada seminar pendidikan, berthema pendidikan mencerahkan masa depan. Diprakarsai Gerakan Pendidikan Peduli Bonapasogit (GPPB) di SMU Plus Soposurung Balige, (29/1) lalu.   

Leave a Reply