Pariwisata Danau Toba Perlu Dibenahi
Industri pariwisata di Sumatera Utara masih jauh tertinggal dibandingkan provinsi lain. Untuk itu ke depan, Dinas Pariwisata Sumut diharapkan, agar lebih serius menangani dan membenahi sector tersebut. Khususnya, di kawasan Danau Toba.
Hal tersebut disampaikan Direktur Akademi Pariwisata Medan Drs Renalmon Hutahean MM sela-sela acara Diskusi Panel Kajian Faktual Pencapaian Kabupaten Samosir Menuju Kabupaten Pariwisata di Kampus Akademi Pariwisata (Akpar) Medan, belum lama ini.
Menurut Renalmon, tidak seriusnya Dinas Pariwisata Sumut dalam membenahi pariwisata Sumut, khususnya di Danau Toba karena hingga sejauh ini belum ada terlihat tanda-tanda program persiapan Pesta Danau Toba yang sudah diagendakan pada Juli 2009. Kemudian, kordinasi pihak Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) dalam hal ini Dinas Pariwisata Sumut belum dirasakan oleh pemerintah kabupaten/kota yang berada di kawasan pinggiran Danau Toba.
Jika persiapan dan kordinasi tidak dilakukan sesegera mungkin, lanjut Renalmon, maka agenda tahunan Pesta Danau Toba, Juli 2009 bisa terancam gagal terlaksana atau tergeser dari bulan Juli tahun ini. “Maka perlu dilakukan kordinasi segera mungkin dengan kabupaten/kota yang ada di wilayah pinggiran Danau Toba. Kordinasi Pemprovsu harus kuat, Akademi Pariwisata Medan siap membantu persiapan agenda pesta tahunan tersebut,” katanya.
Dia juga menyarankan agar sektor parisiwisata Sumut bisa bersaing dengan daerah lain. Pemprovsu dan pemkab/kota segera membenahi infrastruktur dan SDM para pelaku pariwisata. “Sebab dengan perbaikan SDM maka para turis bisa lebih terkesan atau lebih lama tinggal di objek wisata yang dikunjunginya,” paparnya.
Hadir sebagai pembicara dalam acara itu antara lain, Kadis Pariwisata Sumut Nurlisa Ginting diwakili M Tambunan, Prof Dr Robert Sibarani MSc (Guru Besar Fak. Sastra USU), Kadis Perseni Budaya Kabupaten Samosir Drs Mulani Butarbutar dan moderator Drs BM Matondang SH MAP (Ka. Litbang Akademi Pariwisata Medan), juga hadir Pembantu Direktur I Akpar Medan Drs Kosmas Harefa MSi serta Pembantu Direktur II Drs Edison Sinurat MAP.
Tambunan, mewakili Dinas Pariwisata Sumut menyatakan, sejauh ini pihaknya telah membuat sejumlah program untuk mendatangkan wisatawan ke Sumut, terutama mendatangkan wisatawan demostek. “Dengan program-program yang ditawarkan itu, diharapkan kunjungan wisatawan ke Sumut dapat lebih ramai kedepan,” ucapnya
Sementara, Kadis Perseni Budaya Kabupaten Samosir Drs Mulani Butarbutar mengatakan, dalam tahun ini, Pemkab Samosir akan menambah sejumlah kapal ferry di daerah-daerah wisata. Ini dilakukan untuk memperlancar angkutan wisatawan yang datang ke Samosir. “Bahkan sejumlah jalan-jalan yang menuju objek wisata juga sudah mulai dibenahi. Dengan sejumlah perbaikan itu, wisatawan akan lebih nyaman berwisata di pulau Samosir,” tuturnya.
Sementara itu, Prof Dr Robert Sibarani MSc mengatakan, Pemkab Samosir harus bisa menjual segara potensi objek wisata yang ada di Samosir. “Penerbangan juga harus segera dibuka ke Samosir. Samosir harus bisa diperkenalkan ke dunia modren atau negara-negara maju,” ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, masyarakat setempat harus berperanserta dalam kepariwisataan. Diberdayakan untuk mengambil bagian dalam kepariwisataan. Mereka perlu diberi pelatihan dan dipersiapkan untuk mendapat keuntungan dari kepariwisataan itu. “Jika seluruh insan pariwisata dirangkul tentu akan berdampak baik. Pariwisata bangkit, ekonomi kerakyatan bisa terangkat. Semuanya harus dilibatkan. Bukan sekadar untuk kepentingan bisnis,” ucapnya.
Filed under: Jurnal
Super post, Need to mark it on Digg
sangat setuju..
Pemkab. Tobasa dan pemkab lainnya selaku stakeholder Danau Toba harus bisa membuat program dan kegiatan kerja yang nyata dalam pembangunan industri parawisata demi kemakmuran amang dan inang dan haha anggi di Toba.