Menteri Kelautan dan Perikanan Kagumi Budaya Batak
Keindahan alam dan seni budaya yang dimiliki masyarakat Batak, mendapat perhatian khusus dan mengundang rasa kagum dari Menteri Kelautan dan Perikanan Laksdya (Purn) Freddy Numberi.
Kekaguman tersebut diungkapkannya kepada Letjend (Purn) DR TB Silalahi,SH saat berkeliling melihat berbagai budaya Batak Toba yang ada di perkampungan Batak (Huta Batak) di kompleks TB Silalahi Center di Balige, Jumat (10/7) lalu.
Pada kesempatan kunjungan tersebut, Menteri Freddy Numberi didampingi isteri, Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan & Pariwisata Sapta Nirwanda dan rombongan pengusaha nasional dari Jakarta, disematkan seperangkat pakaian kebesaran adat Batak berupa ulos, sortali dan tongkat Tunggal Panaluan oleh tokoh adat Tobasa diwakili Pahala Napitupulu dan Justin Sirait.
Menteri juga mengaku kagum melihat kretivitas dan visi pak TB yang jauh ke depan membangun kompleks TB Center, sebagai upaya pelestarian kebudayaan Batak. Dengan demikian, generasi muda dapat mengetahuinya. Juga, sekaligus mengembangkan potensi pariwisata, yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian daerah.
Menurut Menteri, pemerintah daerah terutama di kawasan Danau Toba sebaiknya mengembangkan perkampungan Batak yang memiliki rumah-rumah asli Batak. “Perkampungan ini, nantinya bisa dimanfaatkan wisatawan. Terutama, dari Eropa dan Amerika yang ingin mencoba tinggal di rumah Batak yang unik, “ujar Freddy.
Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar menambahkan, berbagai peralatan dan perlengkapan kebudayaan tersebut dapat menjadi objek pariwisata yang bernilai tinggi. “Apa yang dilakukan pak TB itu merupakan terobosan yang spektakuler melalui kreatifitas dan upaya sendiri. Hal-hal seperti itu katanya diapresiasi dan didukung oleh pemerintah,” kata Dirjen
Saat rombongan Menteri diajak mengeliling TB Silalahi Center, Jenderal (Purn) TB Silalahi menjelaskan arti hiasan di dinding-dinding rumah asli Batak, yang semuanya memiliki falsafah orang Batak. “Masyarakat Batak mempunyai 3 cita-cita dalam hidup. Yaitu, memiliki keturunan banyak (hagabeon). Kemudian, kekayaan (hamoraon). Selanjutnya, kehormatan (hasangapon). “ujar Silalahi.
Acara tersebut disaksikan Letjend (Purn) DR TB Silalahi,SH, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus, Ketua DPRD Tobasa Mangatas Silaen dan sejumlah pejabat Pemkab Tobasa serta tokoh-tokoh masyarakat.
Filed under: journal
tulisannya bagus2 sekali Pak,
boleh saya minta tandatangannya..??
qarefukol…
www eagleridgeresort com …