Makan Sehat, ala Vegetarian

Vegetarian, merupakan sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengkonsumsi makanan yang berasal dari mahluk hidup. Seperti, daging, unggas, ikan atau hasil olahannya. Pola makan seperti ini, cukup bermanfaat bagi kesehatan.


Menelusuri kota Medan, menghantarkan kita ke sebuah rumah di jalan Airlangga nomor 14. Sebuah papan nama bertuliskan “Socrates metless hut” tergantung tegak. Bangunan ini terlihat cukup sederhana. Sarat nilai etika dan estetika, seolah mengajak kita menyambangi untuk bertandang ke dalamnya. Tempat ini, satu-satunya restoran vegetarian yang mempunyai perpustakaan berisi lebih 1.000 judul buku bertemakan filosofi, sampai dengan bisnis.
Istilah vegetarian, dikenal sejak tahun 1847. Pertama kali digunakan secara formal oleh Joseph Brotherton, tanggal 30 September di Northwood Villa, Kent, Inggris. Saat itu adalah pertemuan pengukuhan dari Vegetarian Society Inggris. Berasal dari bahasa Latin vegetus, yang berarti keseluruhan, sehat, segar, hidup;
Suatu usaha keluarga, yang dikelola Benny Martjius (48) sejak tahun 2003 lalu. Terinspirasi dari semakin banyaknya penduduk dunia yang merasakan dan membuktikan besarnya manfaat vegetarian. “Diawali dari sebuah hasrat serta niat untuk membuka usaha restoran vegetarian. Tadinya, tidak tau apakah akan bisa terlaksana”ujar Benny.
Akan tetapi, melihat semakin pesatnya pertumbuhan populasi vegetarian, Benny yang alumni Fakultas Hukum USU (86) bertekad membuka restoran vegetarian. Anggapannya, vegetarian adalah hal terbaik yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Sekaligus memberi pengertian, bahwa pola makan daging, dapat merusak keseimbangan planet kita.
“Dengan menghilangkan menu-menu yang berasal dari hewan, anda telah melindungi kesehatan anda dengan cara yang terbaik bagi diri anda dan planet ini” ujar pria yang mempersunting istri bernama Marina ini menjelaskan.
Menu spesifik yang sangat digemari pengunjung di resoran ini, yaitu pepaya. Karena, rasanya tidak pahit dan umumnya sangat diminati pengunjung. Selain itu, ada udang dan gado-gado Vietnam.
Jika dibandingkan restoran lain, harga makanan di restoran ini termasuk murah. Rasa yang mirip daging ayam berasal dari bumbu yang diolah dengan cara khas tersendiri, cukup digemari. Karena, sensasi rasanya yang unik dan enak.
Sepanjang ruang depan sisi kiri dan kanan restoran, dilengkapinya dengan koleksi berbagai buku bacaan. Karya penulis-penulis besar, yang umumnya bertemakan pencerahan spiritual,
Deretan buku tersusun rapih menghias tiap sudut ruangan. Tertata dengan apik. Kebanyakan, berasal dari koleksinya semenjak masa SMA beberapa tahun silam. Kemudian, ditambah dan dilengkapi beragam buku-buku baru menarik lainnya.
Pengunjung restoran, terlihat senang dan sangat berminat membacanya sembari menikmati makanan. Isi buku, didominasi tajuk bertemakan lingkungan. Cukup relevan dengan konsep vegetarian.
Pelanggan yang datang, berasal dari semua golongan. Ada yang bukan golongan vegetarian, golongan full vegetarian dan kadang-kadang semi vegetarian. Mereka, kebanyakan orang-orang yang bekerja di kantor. Lebih banyak yang datang pada siang hari.
Bila dilihat dari struktur anatomi tubuhnya, manusia lebih cocok mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan daripada daging. Hal itulah yang menyebabkan vegetarian lebih sehat daripada pemakan daging. Padahal, tidak ada tumbuhan yang kaya vitamin dan mineral, tanpa sekaligus mengandung karbohidrat, protein dan lemak.
Penyakit kanker, jantung, stroke, diabetes, osteoporosis, obesitas dan berbagai penyakit kardiovaskular, adalah penyakit yang terhubung langsung dengan konsumsi daging dan produk-produk susu.
Di Indonesia, secara tradisional suku bangsa Jawa tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging dan gemar mengkonsumsi tahu dan tempe dalam menu mereka. Sehingga, mereka dapat dikatakan menjalankan diet semi vegetarian.
“Socrates metless hut”, mengajak kita untuk membuat pilihan yang lebih bijaksana. Dengan satu kata sederhana. ‘Vegetarian’. Nikmati hidangan dan makananmu. Hidup akan semakin lebih sehat.

3 Responses to “Makan Sehat, ala Vegetarian”

  1. Memang sich…katanya lebih sehat makan sayuran/Vegetarian. Tapi saya nggak bisa tuch…karena sudah terbiasa sejak kecil makan daging….Kalau nggak ada daging terutama B2 (saksang atau panggang) seperti nggak hidup…Maklumlah darah Batak…lidah Batak….susah kadang….
    Ponakan disini juga ada Vegetarian tadinya…tapi sejak married jadi ganti karena pasangannya pemakan daging…

    Imran Napitupulu :

    Makan sayuran sehat. Makan daging juga tidak kalah sehat, ate Ito.
    ….. lumayan banyak ‘halak hita’ yang doyan mengkonsumsi daging.
    Kelihatannya sehat2, juga. Asalkan semuanya dalam batas perimbangan….. Horas,

  2. Saya dan teman2 pernah membahas manfaat dari vegetarian, perbincangan itu mengarah juga kepada umur hidup hewan pemakan tumbuhan lebih panjang dari hewan pemakan daging. tiba tiba seorang teman nyelutuk: Ah, kalian itu, bagaimana dengan ulat? Ulat yang makan daun kol, hidupnya cuma satu hari. Kami semua terbahak bahak.

    O ya, sebagai informasi tambahan, manfaat dari tumbuhan itu memang sangat menakjubkan. Sudah ada beberapa anak yang sembuh dari leukemia berkat terapi jus. Si anak tidak diperbolehkan mengkonsumsi apapun selain sari dari buah dan sayuran, terutama sari dari pangkal brokoli. Sampai sekarang, mereka bertumbuh dengan baik dan sehat.
    Tetapi ada satu jenis buah yang tidak boleh dimakan oleh orang yang sudah menjalani cuci darah, yaitu buah pisang. Kalau dimakan, mati.

    Terimakasih tulang Imran atas ulasannya.

    Imran Napitupulu :

    Siklus hidup dari ulat itu sendiri, mungkin yang menentukan.
    Dulu, ada seorang teman Peneliti ahli di bidang hama penyakit tanaman. Beliau ini sangat hati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Terutama, sayuran. Saking takutnya dengan residu effect bahan pestisida akibat penyemprotan, dia lebih memilih sayuran yang berulat. Bah, mati juga dia. he..he..he.
    Tentang pisang, kata orang mengkonsumsi buah ini sangat banyak manfaatnya.
    Mauliate amangboru,
    Horas ….

  3. Makan vetetarian dan makan daging sama-sama sehat tetapi LEBIH SEHAT LAGI KALAU TIDAK MAKAN UANG NEGARA (HASIL KORUPSI)

Leave a Reply