LIPPI Tobasa Kecewa Tak Dapat Berpartisipasi pada Pilgubsu 2008

Lembaga Independen Pemantau Pemilu Indonesia (LIPPI) Tobasa merasa sangat kecewa, karena tidak berkesempatan berpartisipasi pada pesta demokrasi Pilgubsu 16 April 2008 lalu.

Ketua LIPPI Tobasa, Maslan Sirait di kantor Sekretariat LIPPI Tobasa Jalan Dolok Nauli-Porsea, mengungkapkan rasa kekecewaannya. Mereka sangat menyesalkan, tidak ikut-sertanya LIPPI Tobasa melaksanakan pemantauan pelaksanaan Pilgubsu/Wagubsu di Tobasa, sesuai Surat Keputusan KPU Nomor 104 tahun 2003 tentang Pemantau Pemilu Pilkada.

“Sebagai salah satu lembaga independen yang sangat dibutuhkan di samping Panwaslih, seharusnya LIPPI Tobasa dapat berperan aktif, memantau dan mengawasi semua tahapan penyelenggaraan Pilkada”, ujar Maslan, penuh rasa kecewa.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Korda LIPPI wilayah pemantauan Tobasa, Maslan menjelaskan, sesuai visi dan misi LIPPI Sumut, yakni terciptanya Pemilu yang demokratis, bersih, jujur adil berdasarkan Undang-undang yang berlaku, mestinya mereka dilibatkan. Ironinya lagi, LIPPI Tobasa telah merekrut anggota sebanyak 250 orang calon pemantau. Rencana, ditempatkan pada setiap TPS di seluruh kabupaten Tobasa.

Namun, masih menurut Maslan, hingga hari – 1 H (Selasa, 15/4), biaya operasional yang sejogyanya ditanggung KPU Propinsi dibantu Pemkab Tobasa, tidak kunjung realisasi. “Curahan waktu, tenaga, fikiran dan energi sudah banyak terkuras. Bahkan, sejumlah uang telah kita keluarkan untuk menanggulangi biaya operasional yang diperlukan” ungkapnya.

Maslan mengaku, dianya merasa pasrah dan tidak bisa berbuat banyak. Syukurlah, pelaksanaan Pilgubsu 2008 di Tobasa terselenggara dengan aman dan lancar. Meski tanpa kehadiran mereka sebagai pemantau. “Mudah-mudahan, dalam pelaksanaan Pemilu berikutnya, KPU Propinsi dan Pemkab Tobasa bisa memberi bantuan dana, sarana dan prasarana, sehingga LIPPI dapat berperan, menjalankan program pemantauan”harapnya.

Memang, jika dicermati apa yang dilakukan LIPPI Tobasa dengan niatnya yang begitu mulia perlu mendapat apresiasi.

6 Responses to “LIPPI Tobasa Kecewa Tak Dapat Berpartisipasi pada Pilgubsu 2008”

  1. Masih banyak lagi kekecewaan dalam pesta bolon demokrasi yang berbiaya puluhan M tersebut, antara lain banyaknya warga yang tidak mendapat kartu pemilih, banyaknya warga yang memiliki kartu pemilih tetapi tidak dapat memberikan suaranya karena tidak tau dimana TPS mana seharusnya menikmati pesta itu. Apakah kekecewaan ini akan diperbesar lagi oleh gubernur terpilih dengan tidak menepati satupun janji-janji yang terucap selama kampanye? Semoga tidak.

  2. Dulu, pernah ada orang mengatakan “demokrasi di Indonesia sedang sakit”.
    dan banyak yang mempelesetkan sebagai demo grazy. demo kreasi, dll.
    Horas, jala Mauliate Amangboru.-

  3. Asalma unang demon (an evil spirit), atehe tulang?

  4. setuju, amangboru.

  5. Horas,
    Kekecewaan demi kekecewaan sepertinya semakin banyak saja di daerah kita ini. Mudah-mudahan hasil pilkadasu sesuai dengan hati nurani masyarakat.

  6. Mauliate, Lae sudah berkunjung di blog ini.
    (dengan Lae Marandus, saya lumayan sering komunikasi)
    Horas.-

Leave a Reply