Kekhawatiran Syamsul Terjawab

80 siswa baru SMU Plus Soposurung Dilantik

Ketua Dewan Pembina Yayasan Soposurung Letjend (Purn) DR TB Silalahi SH melantik 80 siswa baru Angkatan II SMU Plus berstandar internasional di Balige, Kamis (10/7). Pelantikan dihadiri Gubsu H Syamsul Arifin SE, Dirjen Potensi Pertahanan Budi Susilo Supandji, Ny Menseskab Sudi Silalahi, Bupati se-kawasan Tapanuli, anggota DPD RI, Parlindungan Simamora, sejumlah tokoh dan pengusaha nasional Jakarta, beserta ratusan orangtua murid.

Gubsu H Syamsul Arifin mengungkapkan rasa kekagumannya, melihat kemampuan dan disiplin siswa SMU Plus Soposurung yang baru pertama kali dilihatnya. Dengan gayanya yang khas, sambil berguyon, Syamsul mengaku iri, sekaligus kagum dengan pribadi TB. Silalahi.

tb silalahi “Sudah bertahun-tahun, TB Silalahi dengan rela merogoh koceknya, memberi subsidi. Tenaga dan pikiran dikerahkannya. Selama ini, Rp. 80 juta per bulan dikeluarkan. Pembangunan sumber daya manusia di kampung halamannya tetap dipikirkannya. Jalan panjang yang masih harus dilalui siswa-siswi yang dilantik hari ini, menggambarkan harapan menjanjikan bagi masa depan mereka. Kekhawatiran Saya akan terjawab” ujar Syamsul.

Ini bukan bercanda, kata Syamsul. Saya memang terharu. Mudah-mudahan, saya bisa jadi reinkarnasi pak TB Silalahi. Dirinya juga mengaku merasa heran, dengan kehebatan TB Silalahi, dari dulu hingga sekarang. “Di Jakarta, lewat di depannya saja orang nggak berani. Dia ‘kan jenderal bintang tiga. Tapi di Balige, dia mau ikut mengatur dan melayani siswa. Bahkan, sampai hal-hal kecil. Itulah tipe pemimpin yang mau turun ke lapangan. Makanya, saya sangat hormat kepada tulang saya ini,” ungkap Syamsul.

Sambil guyon, dikatakannya, dia juga merasa iri, sekaligus marah kepada TB karena ’sor’ sendiri. Soalnya, dari siswa baru yang dibacakan namanya, semuanya bermarga. Ada Sihombing, Silaban, Pasaribu dan juga Nias. Dianya tidak mendengar Sujono, Syamsul atau nama-nama orang-orang Jawa atau Melayu. “Kalau orang Batak bikin orang Batak pintar, itu sudah biasa. Tapi, kalau orang Batak bikin orang Melayu atau orang Jawa pintar itu baru hebat,” ujar Syamsul, disambut tepuk tangan dan tawa riuh yang berhadir.

Untuk itu, kata Syamsul, tahun depan diharapkannya, sekolah ini menambah lagi 40 orang siswa, termasuk dari beberapa suku lainnya. “Seperti, suku Melayu dan Jawa. Agar mereka ikut pintar seperti orang Batak. Mewakili 12 juta masyarakat Sumut, kami berdoa agar pak TB sehat. Pempropsu akan berupaya memberikan bantuan melalui anggaran pendidikan,” katanya.

2 Responses to “Kekhawatiran Syamsul Terjawab”

  1. Marsipature Hutanabe…(MARTABE)….
    Batak memang keren ya Uda Imran…….
    Ditungu juga partisipasinya Uda Imran napitupulu…..
    untuk membangun Toba dan Indonesia….

    *****Yess, Batak memang KEREN
    saya lihat… saya dengar … dan, akan saya coba buat … Tk’s.

  2. Ini saatnya Bangso Batak bangkit… Supaya segala identitas “kebatakan” yang identik Kasar dan hanya mampu jadi sopir bus ugal-ugalan bisa terhapus. Karena orang batak berani untuk menjadi yang terbaik walau harus dimulai dari “sakitnya” hidup yang sebenarnya….
    Orang Batak memang Garang tapi hatinya lembut dan semangat untuk hidup yang lebih baik sangat luar biasa…..

    Hidup bangso Batak

Leave a Reply