Kejari Balige, Bikin Gerah Koruptor Tobasa

Gencarnya Kejari Balige, Tumpak Sumanjuntak, SH mengirim beberapa orang tersangka PNS terlibat pidana korupsi untuk di-inapkan di hotel pordeo (baca: Rutan) Balige, membuat resah dan gelisah oknum PNS Tobasa yang hobby menilep uang Negara.

Indikasi keresahan PNS tersebut, antara lain terlihat dengan banyaknya pejabat yang pindah ke berbagai daerah. Banyak pejabat yang tidak bersedia menjadi penanggung jawab ataupun pemimpin kegiatan, di suatu proyek. Padahal, dulunya posisi ini menjadi inceran dan ajang perebutan. Sebab, bisa mendulang rupiah dengan mudah, super cepat. Mencari sesuap nasi, segegenggam berlian. Begitulah, mungkin.

Selama ini, beberapa di antara mereka (oknum PNS) bermental korup, sangat rajin menyikat dana pembangunan. Selalu dengan sengaja, tiap aturan dan peraturan ditafsirkan dengan keliru. Anggapannya, sebagian (sebagian besar) anggaran pembangunan merupakan kue nasional, untuk dibagi-bagi. Bisa dihabiskan begitu saja.

Di antara PNS yang dikirim Kejari untuk diinapkan di Rutan Balige yaitu, Nasib Pasaribu (pejabat Diknas). Parlinggoman Manurung (Pejabat Dispora), Bernard Siahaan (Camat Habinsaran). Pejabat lainnya yang sudah ditetapkan statusnya jadi tersangka, DP (Kadsipora) dan MS (Pejabat Dispora).

Selain itu, Hasoloan Manurung (Sekwan). Karena, diduga terlibat dalam proyek pengadaan buku perundang-undangan. Dalam kasus ini, TS dan WS masing-masing Ketua DPRD dan anggota DPRD Tobasa, turut diperiksa Kejari Balige. (bah… buku undang-undang sazza-pun, dikorup)

Juga, anggota DPRD Hotman Sibarani, dalam kasus tindak pidana korupsi penggelapan dana KUT. Serta, mantan anggota DPRD Tobasa Wasington Lubis, diinapkan karena terlibat tindak pidana penggelapan. .. kalau sudah begini…… hassurlah Tobasa.

Sikap Pemkab Tobasa sekaitan dengan penahanan 2 PNS sebagai tersangka korupsi, Bupati Monang mengatakan, dianya tidak pernah mentolerir penyimpangan terhadap peraturan perundang undangan. ”Tetapi, yang saya sesalkan, jika benar ada oknum PNS diperiksa aparat penegak hukum dengan menyita waktu jam dinas, hingga pekerjaan terganggu.

”Ada laporan kepada saya, oknum Kepala sekolah diperiksa. Sampai anak2 sekolah terlantar, tidak belajar. Padahal, bukti-bukti pengaduan tidak benar”kata Monang sembari menambahkan harapannya kepada penegak hukum. ”Karena, mereka juga penegak hukumnya Pemkab. Kalau ada pengaduan LSM, supaya lebih dulu diteliti kebenarannya. Agar PNS tidak terhalang untuk melaksanakan tugas.”jelasnya.

Memang, masalah pemberantasan korupsi menjadi salah satu agenda penting untuk dituntaskan. Pemerintah yang baik dan bersih merupakan dambaan masyarakat. Korupsi itu hanya asap. Bukan akar masalah. Akar besar terjadinya korupsi adalah buruknya sistem dan aransemen kelembagaan. Komitmen dan tindakan nyata pemerintah masih dinanti. Bukankah kita tidak mungkin menyapu lantai dengan sapu kotor ?

Dan, tanpa dukungan aparat penegak hukum yang memiliki kredibilitas, maka upaya pemberantasan korupsi hanya akan jalan di tempat. Sebab, memberantas korupsi bukan perkara mudah. Mengingat begitu lamanya rezim yang korup berkuasa

Walau banyak PNS yang resah dan gelisah …. Kejari Balige, Tumpak Simanjuntak, SH, mungkin harus membuktikan icon “Sosok seorang dewi yang matanya tertutup. Tangannya yang sebelah memegang pedang. Sementara, sebelah lagi memegang neraca.” Itu adalah lambang keadilan.

Ketiga simbol tersebut, yaitu mata tertutup, pedang dan neraca adalah lambang keadilan yang harus ditegakkan secara tegas dan tidak pandang bulu. Berlaku sama bagi setiap orang. Mulai kopral, hingga jenderal. Dari rakyat hingga pejabat, bagi penjahat dan penjahit. Artinya, zangan hanya yang kecil-kecil sazza, Bapak !!!. Koruptor besar juga, dong. ..

Jangan sampai keadilan tinggal sebagai lambang saja. Filosopi pedang keadilan tidak boleh dipatahkan kekuasaan. Lembaga hukum jangan pernah kehilangan senjata utamanya. Yaitu, nurani sang dewi keadilan. Prinsip keadilan, jangan pernah dipengaruhi oleh kekuasaan.

Bagaimanapun, inilah proses pembelajaran kita sebagai bangsa. Memang, tidak mudah menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang lebih baik Semoga saja kita tidak menjadi kecewa.

8 Responses to “Kejari Balige, Bikin Gerah Koruptor Tobasa”

  1. Indonesia saat ini terkenal di dunia sebagai sedikit negara yang bisa menerapkan demokrasi dengan tertib dan teratur setelah terlebih dulu menurunkan rezim yang otoriter.

    Tetapi saat ini Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan penyakit korupsi yang paling kampiun di dunia. Anehnya kita semua dengan bangga memproklamirkan bangsa kita sebagai bangsa yang agamis… Tetapi penyakit korupsi merebak di semua tempat.

    Mari kita dukung langkah Kajari Balige ini….

    Imran Napitupulu :

    Kita patut merasa malu. Karena, rekod yang diraih bangsa kita sebagai kampiun dunia, hanya sebatas di bidang korupsi. Korupsi memang perlu dituntaskan. Hingga, tas…tas…tas.

  2. Horas….
    Santabi, kayaknya lebih hormat aku panggil tulang aja ya…
    Saya mendukung sekali langkah yang dibuat Kajari Tobasa. Kasihan dengan masyarakat Tobasa yng hanya sedikit saja merasakan kemajuan di kampung kita tercinta karena dana yang seharusnya dinikmati masyarakat, mengalir ke pundi-pundi pejabat yang tidak memiliki hati nurani.
    Tapi tulang, ada keresahan lain yang kurasakan. Tentang Narkoba dan prostitusi yang makin merajalela. Sakit hati ini mendengar pelecehan dari beberapa orang yang menghina Tobasa. Harusnya jangan hanya koruptor aja yang diberantas, sekalian orang-orang yang membekingi peredaran narkoba dan prostitusi. Unang pola manutup mata hita, apala dijonok jabu niba “sarang” ni angka boru-boru na so hasea i. Di sini dibutuhkan “keberanian” Pemda, Polisi, Tokoh Masyarakat, Pemuka Agama dan Masyarakat sendiri.
    Ayo… Kita bersihkan Tobasa dari segala kebusukan..
    Horas………..

    ***** Terima kasih, Ito
    Memang begitulah, kondisi Tobasa kita sekarang ini. (mungkin tidak berlebihan, jika kita berani bilang “Tobasa sedang sakit”. Baik, masalah-masalah yang berkait dengan korupsi para birokrat, penyakit masyarakat dan lain-lain.
    Betul yang Ito bilang. Segenap elemen yang ito sebut-sebut tadi, harusnya lebih peduli. Mudah-mudahan dengan komentar yang Ito tulis, mereka bisa tergugah. (Alai, dijaha halaki do nuaeng tahe, angka na tagurathon si songonon ? he…he…he…).
    Sekali lagi, mauliate atas kunjungan Ito. Horas…..

  3. Tulang Imran, sai adongdo sian nasida na manjaha angka na tagurathon i, alai jotjotando nasida indang parduli. Who care(s)? EGP? Ido hata na haruar sian pamangan nasida. Tarsor adong na parduli, gogona ma indang adong. Tarsor adong na margogo, alai mura tarsumpol.

    Tarjaha au di harian SIB 5 Juni ‘08 songon on tulang.

    Kaban Infokom Sumut Drs H Eddy Syofian MAP dalam makalahnya, Implementasi Kebangkitan Bangsa menyebutkan, ada 7 dosa mematikan dunia, yakni, ingin kaya tanpa kerja, senang tanpa hati nurani, pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moral, sains tanpa perikemanusiaan, agama tanpa pengorbanan dan politik tanpa prinsip.

    Amanta Drs. H. E. Soffyan MAP onma sahalak na tarmasuk na barani, alai habaranion si songon on, jotjotando tong holan olat ni on.

    Sai anggiatma habaranion ni amanta Kejari Balige, tulang Tumpak Simanjuntak, SH. on, tontong marsihohot, songon habaranion ni ompunta raja Si Singamangaraja na sumeahon dirina humophop bangso batak.

    Horas jala Gabe.

    *****Toho situtu do i, amangboru. Sipata, ‘mau alai tidak mampu’. mampu, alai tidak mau” .Lumlam, do na masa on. Mauliate ……

  4. Nga hurang tibu nian i Tulang.
    Lat ma ditangkupi, asa parjoraan i tu halak nasing.

    *****memang, gabe tudos-tudos do nasida angka na tinangkup i. Godang ma na gabe mabiar. Ai sotung ‘masuk’ annon….

  5. SELAMATKAN HUTAN LINDUNG DAIRI

    Horas,

    Saat ini kawasan Hutan Lindung Register 66 di Batu Ardan, Desa Sopokomil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara sedang terancam dialih fungsikan. PT Dairi Prima Mineral sudah memasukkan pengajuan untuk mendapatkan izin dari Menteri Kehutanan untuk mengeksplorasinya.

    Kawasan hutan lindung tersebut adalah habitat harimau Sumatera dan 20 jenis tanaman langka. Menurut Walhi Sumatera Utara, saat ini harimau di kawasan itu tinggal sekitar 15 ekor. Sebagian besar sudah “mengungsi” ke Aceh Selatan, karena terusik oleh aktivitas penambangan seng dan timah hitam yang dilakukan PT Dairi Prima Mineral di perbatasan hutan lindung tersebut.

    Selain sebagai “rumah” hewan dan tanaman langka, hutan lindung tersebut adalah bagian dari sistem ciptaan Tuhan yang menjaga keseimbangan ekologi Danau Toba dan sekitarnya.

    Oleh karena itu kami merasa tergerak untuk mengajak semua warga negara Indonesia yang peduli kelestarian alam dan lingkungan hidup, terutama orang Batak di mana saja : mari kita selamatkan kawasan Hutan Lindung Register 66 di Batu Ardan, Desa Sopokomil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

    Mari kita lakukan dengan segala cara yang mungkin dan sah untuk menekan Menteri Kehutanan, agar jangan mengeluarkan izin eksplorasi hutan lindung tersebut. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih meridhoi dan memberkati perjuangan kita.

    Jakarta, 13 Juni 2008

    Raja Huta & Suhunan Situmorang

    http://tobadreams.wordpress.com/2008/06/13/gerakan-penyelamatan-hutan-lindung-dairi/

    *****horas,
    Kami sangat setuju program Raja Huta / tobadreams. Jika memungkinkan, tolong libatkan kami untuk kegiatan yang berkait. Kami siap. Mauliate.

  6. Horas semuanya..
    Dalam kasus penyelidikan suap BLBI Sjamsul Nursalim, Jaksa Urip Tri Gunawan sedang di tahan KPK akibat main mata dengan Artalyta Suryani. Dan akan di susul Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) Untung Udji Santoso dan Jaksa Agung Muda Intelejen (JAM Intel) Wisnu Subroto Juga di periksa karna ada main mata dan percakapan dengan Artalyta Suryani. Kasus Korupsi di Tobasa juga tidak kalah hebohnya denga kasus Korupsi di Jakarta. Namun apakah Artalyta2 yang lain juga ada di Tobasa? ke khawatiran ini perlu kita pertimbangkan, jika ingin untuk mewujudkan Toba Dreams, Penegakan hukum maksimal harus diterapkan untuk menciptakan PERSONAL CHARACTER BUILDING pejabat2 di Tobasa. Himbauan kepada Bapak Kejari & Ketua Pengadilan Negeri Tobasa, Hati-hati main mata dengan Artalyta2 yang ada di Tobasa. Horas..!

  7. Sangat bagus tindakan Kejari balige mengirim beberapa pejabat khususnya PNS ke Hotel Pordeo ( Rutan). Tetapi bapak Kejari Balige jangan hanya PNS yang di inapkan di Hotel Pordeo( Rutan).Bapak kejari juga harus bisa mengirim para staffnya yang Nakal, mari bapak kejari belajar dari trend kejaksaan saat ini. Jaksa Urif dan banyak lagi jaksa lainnya malah jadi tersaksa suap Kasus BLBI (Artalita S). jangan sampai di kejari Balige ada aktor yang sama, yang suatu saat aktinya berakhir di Pengadilan Tipikor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

  8. Penegakan hukum setegak-tegaknya, tentu masih sulit ditemukan di negeri ini. Upaya awal Kajari Tobasa yang mantan KPK ini tentu punya jurus tersendiri menggiring para penilap uang rakyat ke tahanan. Efek jera, diharapkan bisa efektif.

    Namun, perlu diperhatikan azas “tidak tebang pilih”, “cepat dan tepat”, “berimplikasi luas” dan mengembalikan uang rakyat (negara) sebesar-besarnya. Itu baru prestasi….

    Mauliate

    http://poltak.simanjuntak.or.id

Leave a Reply