Kacang Sihobuk Tembus Etalase Supermarket

Kacang tanah sebagai bahan makanan, memang tidak dapat diandalkan sebagai sumber protein. Namun sebagai makanan ringan, banyak digemari. Fungsi kacang tanah dalam komposisi makanan lebih bersifat sebagai makanan sampingan. Penetrasi pasar kacang Sihobuk Tapanuli Utara, kini mampu mengisi etalase di mall ibu kota.

 

Kacang tanah berasal dari Amerika Selatan. Di kawasan sekitar Bolovia. Ditanam orang Indian sejak tahun 1.500 SM. Kemudian dibawa orang Portugis ke Asia, Afrika dan Eropah. Selanjutnya, dibudidayakan di Asia Tenggara. Indonesia termasuk penanam urutan ke-enam terluas di dunia. Pusat produksi terdapat di daerah pulau Jawa. Di India, kacang tanah lebih banyak digunakan untuk minyak goreng, daripada untuk dimakan langsung.

Sentra produksi kacang Sihobuk, terdapat di sekitar kecamatan Sipoholon. Sebuah kota kecil berjarak sekitar 8 KM dari pinggir kota Tarutung. Togar Sihombing (42), seorang pengrajin, sekaligus sebagai pengusaha, memasarkannya sendiri. Baik secara eceran, maupun dalam partai besar guna memenuhi pesanan dari luar kota. Termasuk ibukota Jakarta. Umumnya, para pengrajin mengelolanya, dengan memanfaatkan tenaga kerja keluarga. Juga melibatkan warga sekitarnya, sehingga cost produksi bisa ditekan menjadi lebih kecil.

Cara pengolahan yang dilakukan masih tergolong sederhana. Belum ada sentuhan teknologi canggih yang modern. Digongseng hanya dengan mempergunakan tong yang sudah dimodifikasi. Tidak menggunakan pasir seperti cara konvensional yang lama. Dengan cara memutar-mutar tong, hingga waktu tertentu, kemudian menghasilkan kacang yang  cukup rapuh dan rasanya gurih.

Nilai gizi pada biji kacang tanah mengandung 20-30 % protein, 42-55 % minyak. Dalam bentuk kalori, 100 gr biji menghasilkan 540 kalori, tertinggi di antara tanaman pangan lainnya. Walaupun kaya akan protein, namun asam amino terdapat dalam jumlah rendah. Jika digoreng kadarnya akan semakin berkurang.

Saat dikunjungi, di kios tempat penjualannya, Togar mengatakan, pihaknya banyak dibantu Pemkab Tap. Utara, termasuk anjuran mendirikan koperasi yang tergabung dalam pengusaha pengrajin, serta bantuan modal pinjaman, hingga pemasaran hasil produksi kacang Sihobuk ini mampu menembus pasar ibu kota.

Pasar kacang Sihobuk, tidak hanya di Sumatera. Sudah merambah ke Jawa dan bahkan telah memenuhi sebahagian etalase di plaza dan supermarket. Kemasannya bervariasi, mulai dari harga Rp. 1.000,- hingga Rp. 10.000,- Pada bulan Desember, berkait kebutuhan permintaan menjelang tahun baru, biasanya  harga lebih mahal hingga mencapai Rp. 40.000,- / kaleng.

Sementara, kendala yang menghadang, termasuk lemahnya permodalan petani, tingkat pengetahuan teknologi budidaya serta pasca panen yang belum memadai. Ketersediaan bahan baku yang terbatas juga merupakan faktor penghambat.

Tinjauan mengenai analisa usaha tani kacang tanah, memberi gambaran keuntungan cukup menjanjikan dari tanaman palawija ini. Karena, masukan (input) yang diperlukan relative rendah dengan harga jual tinggi, tidak fluktuatif serta pemasarannya mudah.

Bahan baku kacang Sihobuk, banyak didatangkan dari Pahae Kabupaten Taput. Sebab daerah ini merupakan sentra komoditi kacang tanah yang potensial dalam pengembangannya. Kesesuaian agroklimatnya sangat mendukung untuk penerapan teknologi budidayanya. Jika dikaji, komoditi ini cukup prospektif dan berpeluang menembus pangsa pasar lebih besar.

Hanya saja, seni dan tradisi masih memainkan peranan penting dalam industri pangan di daerah ini. Pola konvensional masih mendominasi. Karenanya, dipandang perlu untuk mengisi dan memadu kemajuan teknologi, terutama dalam bentuk industri, baik dalam skala kecil menengah maupun yang lebih maju. Kacang Sihobuk butuh sentuhan teknologi, promosi dan keseriusan dalam pengelolaannya.

.

 

  

One Response to “Kacang Sihobuk Tembus Etalase Supermarket”

  1. Kalau quality control dan kemasan ditingkatkan, kenapa pula kacang Sihobuk harus kalah dengan yang berlambang unggas dan binatang pengerat itu ?

    Mantap postingan Lae ini. Lanjutkan terus berkarya dan kabarkan kepada dunia bahwa BATAK ITU KEREN.

    Horas ma di hita sude Bangso Batak

    Imran Napitupulu :

    Mauliate, amangboru. BATAK, MEMANG KEREN. kita harus bangga sebagai bangso Batak. Horas.

Leave a Reply