Ikan Batak Aek Sirambe Perlu Dilestarikan

Ikan Batak, atau lebih populer disebut ‘Ihan’, telah lama dikenal masyarakat Batak di Sum. Utara. Ikan ini termasuk komoditi exotic. Memiliki nilai religius tersendiri, terutama dalam upacara adat. Sekarang, ikan tersebut mulai langka. Karena penangkapan berlebihan, serta perkembang biakan di alam yang menurun, akibat terganggunya pemijahan           

 

 Secara historis, pelestariannya telah lama dilakukan di Danau Toba. Melibatkan hak adat, dengan adanya hukum adat untuk menangkap ukuran dan lokasi penangkapan pada daerah tertentu.  Aek Sirambe di Desa Bonan Dolok, Kec. Balige, Kab. Tobasa, diyakini  merupakan habitat paling sesuai. Juga, merupakan situs menarik unik yang legendaris dari species ‘Neoilsachillus theinamani’ ini.

Konon, katanya pada zaman dulu kala, seorang putri dijodohkan dengan pria yang tidak disukainya. Lalu, sang putri lari dan bersembunyi ke daerah aek sirambe. Sebongkah batu ditafsirkan sebagai pertanda. Letaknya, terdapat persis di pinggir sungai. Menurut anggapan warga desa, benda tersebut sangat keramat dan bernilai magis. “Batu itu, diyakini sebagai perwujutan dari ‘namboru boru Siagian’ yang menjadi makhluk penghuni sungai”, kata seorang ibu boru Hutapea (71).

Dikatakan, sumber air sungai berasal dari atas bukit. Jaraknya sekitar 5 Km ke bagian hulu. Di sana, berdiri tegak sebatang pohon besar yang rindang. “Tapi, sehelai dedaunan pun tidak pernah mengotori air sungai”, katanya, sembari menambahkan, banyak pengunjung yang datang berziarah. Termasuk dari luar kota, bahkan dari Jakarta.

Seorang warga desa lain, ompung boru Hutajulu (83) menerangkan, batu tersebut tidak boleh dipijak orang. Nilai-nilai keaslian situs tersebut harus dijaga dan dipelihara. Bahkan, listrik untuk peneranganpun tidak bisa. Program listrik masuk desa di daerah basis gerilya 1948 – 1950 desa Bonon dolok, tanggal,15 Juli  1995 lalu, telah diresmikan Jend. TNI purn.Edy Sudrajat, (waktu itu  Menhankam). “Namboru marah. Dulu, listrik tidak dikenal nenek moyang kita. Yang ada hanya palito (lampu pelita bersumbu), imbuhnya.  

Kualitas air yang sangat bagus, memungkinkan kesesuaian untuk syarat hidup ikan yang sudah hampir langka ini. Yaitu, hanya bisa hidup pada air jernih yang terus mengalir deras, dengan suhu relatif rendah 21 – 25 ?C. Kebiasaan dari ikan ini, berkelompok dan beriring (mudur-udur).

Karenanya, dulu orang-orang tua suku Batak terinspirasi menuangkannya dalam umpasa bahasa Batak. Pemberian ihan dilakukan dalam acara selamatan (mangupa), disebut dengan ‘dekke simudur-udur’. Namun, akibat langkanya ihan ini, sekarang biasanya diganti dengan ikan mas. Padahal, ikan mas tidak beriring dan berkelompok.

Kawasan lain yang diperkirakan  menjadi habitat ihan Batak ini, antara lain di Binanga Lom Huta Hatinggian. Kearifan lokal untuk pelestarian ikan Batak  (Tor soro) di Danau Toba, disubstitusi dengan pembudidayaan ikan mas. “Penggunaan umpasa batak, yang lebih tepat untuk ikan mas, seharusnya adalah dekke namokmok “ujar pemerhati budaya, Ir. Monang Naipospos.

Aek Sirambe merupakan situs langka yang perlu dilestarikan. Karena, boleh jadi, mungkin hanya satu-satunya yang ada di Indonesia, bahkan di dunia. Berdasarkan riset yang dilakukan peneliti IPB Bogor bersama Departemen Kelautan/Perikanan (2006), menyatakan, aek sirambe  merupakan habitat yang sangat sesuai bagi ihan batak. Habitat yang ideal dan specific localita untuk syarat budiadaya ihan batak (Tor soro),. “Aek Sirambe merupakan lubuk larangan yang perlu dilestarikan”ujar Kadis Pertanian Tobasa, Ir. Horas Silitonga, MM.

Untuk itu, Pemkab Tobasa melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan, telah melaksanakan kegiatan ‘Pembuatan Kolam Penampungan’. Tujuannya, agar ikan yang keluar dari lubuk dimaksud, dapat tertampung . Kita berharap, lubuk larangan yang menjadi habitat ihan kebanggan orang Batak ini, bisa dilestarikan.

Tujuan paling utama, yaitu pelestarian. Lubuk larangan akan dipagari berdasarkan nilai etika dan estetika. Sehingga, pada gilirannya bisa berpeluang menjadi objek agro wisata minat khusus. Eksistensi ihan batak yang legendaris, harus dapat dipertahankan.

  

Leave a Reply