Harkat dan Martabat Bangsa Diangkat melalui Nilai Budaya
Berbagai perlombaan yang mencerminkan khasanah budaya Batak, seperti lomba marhonong, marjalengkat, mangura dekke, manortor, maminta gondang, martumba dan vokal group, melibatkan sejumlah pelajar, mulai tingkat SD hingga SLTA yang diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun ke I TB Silalahi Center, di kompleks TB Center, Jalan Pagarbatu Soposurung Balige, belum lama ini.
Selain dihadiri masyarakat umum, juga dihadiri Ketua Dewan Pembina TB Silalahi Center Letjen (Purn) DR TB Silalahi SH bersama ibu, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA serta sejumlah undangan lainnya.
Ketua Umum TB Silalahi Center Dra Masrina Silalahi, mengatakan, visi misi TB Silalahi Center berprinsip untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui tata nilai budaya. Untuk itu, berbagai perlombaan digelar dalam rangkaian peringatan dimaksud.
Pelestarian seni dan budaya, kata dia, mendapat kendala akibat munculnya urbanisasi, modernisasi, globalisasi serta timbulnya kota-kota industri yang mengancam keberadaan warisan budaya. “Gelombang modernisasi jangan dianggap negative. Tetapi, dicari sisi positifnya. Kemudian, dikompromikan dengan budaya setempat hingga pada gilirannya mampu menambah kaidah dan daya kreasi seni dan budaya setempat,“ ujar Masrina.
Bupati Tobasa Drs. Monang Sitorus mengatakan, keberadaan TB Silalahi Center disambut baik oleh Pemkab Toba Samosir dan masyarakat. Karena, menjadi kebanggaan masyarakat Tobasa. “Sebagai apresiasi dari Pemkab dan masyarakat, Pemkab Tobasa melalui Kepala SKPD ikut berpartisipasi dalam pelestarian seni dan budaya, “ujar Monang seraya menyampaikan selamat ulang tahun kepada TB Silalahi.
Dewan Pembina TB Silalahi Center Letjen (Purn) DR TB Silalahi SH menegaskan, dirinya sangat terkesan dengan Missionaris Batak DR IL Nommensen. Ia mencontohkan Nommensen, saat menyampaikan doa ketika menginjakkan kakinya di Siatas Barita Silindung Tapanuli Utara. “Saya bertekad, hidup mati saya akan bersama bangsa Batak ini, “ungkap TB Silalahi yang disambut tepuk tangan hadirin yang memadati ruang Convention Hall TB Silalahi Center.
Nommensen, kata TB Silalahi merupakan idolanya. Karena itu, dirinya mencoba mencontoh Nommensen untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Batak. “Walaupun sebenarnya, apa yang diberikannya untuk bonapasogit ini belum seberapa. Belum sebanding dengan apa yang diinginkan oleh Tuhan kepada saya, ”katanya.
TB Silalahi menyampaikan, dianya mau diberikan dana international membangun Museum Batak bertingkat 2 di sebelah TB Silalahi Center. Jika terlaksana, saingan Museum Batak ini hanya Museum Tsunami di Aceh. “Luar biasa sekali, jika ini terwujud, akan menjadi kebanggaan warga Tobasa,”ujar TB Silalahi.
Filed under: Jurnal
Wow! Thank you! I always wanted to write in my site something like that. Can I take part of your post to my blog?