<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>imrannapitupulu.com</title>
	<atom:link href="http://www.imrannapitupulu.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.imrannapitupulu.com</link>
	<description>Imran Napitupulu Personal Blog</description>
	<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 13:11:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Tim Seleksi Kurang Profesional</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/tim-seleksi-calon-anggota-kpud-tobasa-kurang-professional.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/tim-seleksi-calon-anggota-kpud-tobasa-kurang-professional.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 07:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa peserta yang mengikuti seleksi calon Anggota KPU Tobasa menilai, Panitia Tim Seleksi kurang professional. Pasalnya, pengumuman hasil seleksi administrasi bagi pendaftar yang lulus, diumumkan sampai 2 kali dengan hasil berbeda.

 “Kita sudah surati DPRD Tobasa, untuk mempertanyakan hal ini” ujar Panahatan Hutajulu, seorang peserta.
Menindak lanjuti surat yang ditujukan ke DPRD Tobasa, oleh pihak DPRD [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><em><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Beberapa peserta yang mengikuti seleksi calon Anggota KPU Tobasa menilai, Panitia Tim Seleksi kurang professional. Pasalnya, pengumuman hasil seleksi administrasi bagi pendaftar yang lulus, diumumkan sampai 2 kali dengan hasil berbeda.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span id="more-120"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "> “Kita sudah surati DPRD Tobasa, untuk mempertanyakan hal ini” ujar Panahatan Hutajulu, seorang peserta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Menindak lanjuti surat yang ditujukan ke DPRD Tobasa, oleh pihak DPRD kemudian membuat surat NO 17/776/DRD/2008 perihal mohon penjelasan tentang hasil seleksi calon anggota KPUD Tobasa. Surat tersebut, ditandatangani langsung Ketua DPRD Tumpal Sitorus. Dalam surat, Tumpal meminta Tim Panitia Seleksi datang ke kantor gedung DPRD Tobasa, guna dimintai penjelasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Kepada wartawan, Tumpal mengatakan, hal tersebut dilakukan bukan merupakan intervensi terhadap kinerja tim seleksi.&#8221;Kita menyurati Tim panitia seleksi, hanya untuk meminta penjelasan tentang hasil seleksi calon anggota KPUD Tobasa menyusul adanya surat sanggahan dari salah seorang calon yang masuk ke DPRD Tobasa,” ungkap Tumpal Sitorus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Dikatakan, DPRD Tobasa berhak memanggil Tim Panitia seleksi untuk dimintai keterangan. Apa lagi dengan adanya pengaduan yang masuk ke DPRD Tobasa. &#8220;Tidak ada bentuk intervensi di sana,&#8221; jelasnya, seraya menyebutkan, jika sampai tiga kali surat nya tidak ditanggapi pihaknya akan meminta polisi untuk menghadirkan Tim Pansel secara paksa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Ketua panitia seleksi calon anggota KPUD Tobasa Drs Tua Baganding Pakpahan MPD kepada wartawan, di kantornya, jalan Mulia Raja Balige, Kamis (4/9) lalu, mengatakan, pihaknya merasa diintervensi oleh Tumpal Sitorus. Sesuai petunjuk dari KPUD dan TIM Seleksi Propinsi hal seperti itu tak perlu di tanggapi. “Lagi pula, dalam undang-undang Tim Pansel calon anggota KPUD bertanggung jawab ke KPUD Propinsi. Tim Pansel Pusat, tidak bertanggung jawab ke DPRD.&#8221;ujarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Akan tetapi, jika dicermati lebih jauh, tindakan Tim Seleksi Calon Anggota KPUD Tobasa yang mengeluarkan pengumuman hingga 2 kali dengan hasil berbeda, sangat patut dipertanyakan. Ada kepentingan apa tim seleksi di sana. Seharusnya, mereka komit dengan keputusannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; line-height: normal;" align="right"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: ">Sumber : Harian Warta Kita, Jumat (5/8)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/tim-seleksi-calon-anggota-kpud-tobasa-kurang-professional.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Ada Kecap Nomor Dua</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/tak-ada-kecap-nomor-dua.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/tak-ada-kecap-nomor-dua.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 10:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Jelang pemilu 2009 di Tobasa, berbagai strategi akan diterapkan para caleg. Sosialisasi, silaturahmi, makan bersama, memotong B1 atau B2. Tujuannya, penggalangan merekrut massa. Hari ini, tak ‘kan terlihat lagi kecap nomor dua. Semua nomor satu. Yang terbaik. “The best”.

Caleg, Politik dan Peol-Otik
25 kursi DPRD akan diperebutkan lebih 200 caleg berbagai partai. Persaingan perebutan suara akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><em><span style="color: black;">Jelang pemilu 2009 di Tobasa, </span>berbagai strategi akan diterapkan para caleg. Sosialisasi, silaturahmi, makan bersama, memotong B1 atau B2. Tujuannya, penggalangan merekrut massa. Hari ini, tak ‘kan terlihat lagi kecap nomor dua. Semua nomor satu. Yang terbaik. “The best”.</em></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span id="more-119"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "><strong>Caleg, Politik dan</strong><em><strong> Peol-Otik</strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">25 kursi DPRD akan diperebutkan lebih 200 caleg berbagai partai. Persaingan perebutan suara akan sangat ketat. Karena, umumnya caleg tersebut berasal dari kalangan pengusaha dan &#8216;<em>tukang-olah</em>&#8216;. Selainnya, mengandalkan (mendompleng) popularitas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Kelihatannya, mereka sangat berambisi menduduki kursi terhormat bernama DPRD tersebut. Sehingga, untuk mewujudkannya, berbagai kemunafikan tidak segan-segan dilakukan. Kebohongan. Tebar janji palsu. Margabus. Martolon. Siallang gana.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;">Hari ini, tak ‘kan terlihat lagi kecap nomor dua. Semua nomor satu. Yang terbaik. <em>The best</em>. Pembenaran terlihat di mana-mana. Kebenaran, tersudutkan entah ke mana. Kebenaran akan mendapat pembenaran dari satu kelompok. Kebenaran kelompok lain, dianggap bukan sebuah kebenaran. &#8220;Ada keteraturan dalam ketidak-teraturan. Ada pola yang sama pada suatu struktur dalam skala yang kecil ataupun besar,&#8221; begitu kata ahli matematika dan fisika.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">9 bulan sejak sekarang, </span><span style="font-size: 12pt; font-family: ">berbagai strategi akan diterapkan. Mengikuti pola  periode sebelumnya. Serangan fajar. Money politic. Jurus ini akan diulang. Mereka meyakini, jurus ini cukup berhasil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Dari sekian banyak caleg yang akan bertarung, hanya sedikit yang memiliki kredibilitas. Rata-rata, yang ikut berkompetisi, kalangan kontraktor (<em>bukan kontrak-kotor</em>). Selain itu, ada mantan Bupati. Nyonya ketua DPRD (kelihatannya, memang sangat ambisi). Disebut-sebut oleh beberapa media, ‘istri Katua’ dimaksud sempat bagi-bagi pupuk, lewat Partai, tanpa prosedural. Juga, pengurusan KTP gratis. (politik, jadi <em>peol-otik)</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Beberapa caleg, bicara berapi-api lewat radio swasta. “Aku, si polan dari partai anu. Kecap kami nomor satu. <em>etc. etc&#8230;</em>&#8230;.&#8221; Aku, <em>Nai Hapodea boru Naleban</em>. Saatnya memperjuangkan nasib rakyat. Saatnya rakyat Tobasa berdaulat, Saatnya menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.”katanya. ….                                                                           <em>Bah… selama ini, anda di mana ???.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Caleg lainnya, mantan anggota dewan. Mereka ini, mungkin bermaksud mengulang kesuksesan sebelumnya. Mencari seuap nasi, segenggam berlian. (Mereka ‘<em>hadaian</em>’. Jadinya, ‘<em>ida-ida’</em>) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Penyusunan daftar caleg berbagai partai, pun banyak menuai kontraversi. Banyak partai mencalonkan keluarga dan kerabatnya sendiri. Ibaratnya, partai keluarga. <span> </span>… Bah, <em>LUM LAM. gaor. sursar.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Bahkan, tim Penseleksi Calon KPU Tobasa, diduga tidak profesional. Sebab, pengumuman hasil seleksi administrasi yang lulus, diumumkan sampai 2 kali, dengan hasil berbeda. Sekarang, sedang diproses, karena dianggap cacat secara hukum. Peraturan dikangkangi. Seorang pengacara yang ikut seleksi, Panahatan Hutahaean, SH sedang melakukan upaya penegakan hukum, perihal hasil seleksi KPU. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Galau bertumpu. Renung kegusaran membuat gelisah, membayangkan situasi menjelang Pemilu 2009. Mengarah pada sebuah krisis kepercayaan. Hampir selama 5 tahun, <span> </span>payung yang diharapkan jadi pelindung, ternyata sangat tidak peka. Juga, tidak mampu mendengarkan suara hati rakyat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: ">*****<em>Terdengar, Lae Monang Naipospos juga ikut jadi Caleg. Hemat Saya, calon wakil rakyat dengan pemikiran dan karakter seperti beliau, cukup tepat. Tobasa butuh manusia yang berani menyuarakan kepentingan orang yang tak bersuara itu. (voice of the voiceless).</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: "><span> </span><span> </span><span style="color: #3333ee;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: "> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: "> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/tak-ada-kecap-nomor-dua.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya Tak Sekedar Pemberi Identitas</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/budaya-tak-sekedar-pemberi-identitas.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/budaya-tak-sekedar-pemberi-identitas.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 17:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[“Jika pluralitas budaya yang dimiliki Indonesia dianyam, akan menjadi serat-serat yang saling menguatkan. Manfaatnya akan besar”, ujar Sri Sultan Hamengkubuwono X.

5 gadis penari berpakaian adat Batak ‘manortor’ sambil mundur manomu kehadiran Sri Sultan HB X dan Kanjeng Ratu Hemas di Kampus US XII Medan, Senen, lalu. Ketua Yayasan, GM Panggabean, bersama beberapa orang lainnya menunggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span><em>“Jika pluralitas budaya yang dimiliki Indonesia dianyam, akan menjadi serat-serat yang saling menguatkan. Manfaatnya akan besar”, ujar Sri Sultan Hamengkubuwono X.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-117"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>5 gadis penari berpakaian adat Batak ‘<em>manortor</em>’ sambil mundur <em>manomu</em> kehadiran Sri Sultan HB X dan Kanjeng Ratu Hemas di Kampus US XII Medan, Senen, lalu.<span> </span>Ketua Yayasan, GM Panggabean, bersama beberapa orang lainnya menunggu di pintu utama kampus. Setibanya Sri Sultan di depan pintu utama, ditaburi <em>boras sipir nitondi.</em> <em>Horas. Horas. Horas.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Saat memberikan ceramah umum di Universitas Sisingamangaraja XII Medan, Sri Sultan mengatakan, budaya tidak sekedar pemberi identitas. Tapi, dapat menjadi perekat dan penguat. Bahkan pemersatu bangsa Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Dikatakan, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang masyarakatnya terdiri dari satu budaya, agama, kelompok tertentu. Pada masa silam, nenek moyang kita hidup terbuka, bagi siapa pun juga. Tidak memandang agama, suku dan warna kulit. Karenanya, hidup bersama dalam semangat toleransi perlu dikembangkan dalam masyarakat Indonesia. “Sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa yang lebih utuh,”katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Kebudayaan Indonesia baru, kata Sultan, ibarat pohon yang berdiri tegak, rimbun dan berbuah lebat. Karena itu, Indonesia harus mampu memakmurkan, memajukan dan memberi rasa keadilan bagi seluruh rakyatnya. Dari generasi ke generasi. Dengan kemampuan menerapkan Bhineka Tunggal Ika sebagai strategi budaya untuk membangun ke-Indonesiaan, akan membuat setiap etnik merasa bangga memiliki negeri, bernama Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Membangun ke-Indonesiaan tersebut, menurut Sultan, harus dikembangkan dari nilai-nilai yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Karena melupakan nilai-nilai budaya etnik, masyarakat adat hanya akan menciptakan Indonesia tumbuh tanpa jiwa dan identitas. “Pada akhirnya, kita tidak akan memperoleh hasil pembangunan kebudayaan yang konstruktif, visioner, antisipatif, progresif, kritis dan berkelanjutan, sebagai kekuatan dan pemersatu bangsa Indonesia,” tandasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/budaya-tak-sekedar-pemberi-identitas.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PNS Tobasa Jangan Sombong</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/pns-tobasa-jangan-sombong.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/pns-tobasa-jangan-sombong.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 16:12:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara mengenai kualitas PNS di lingkup Tobasa saat ini, masih ada yang kurang disiplin. Disiplin adalah salah satu kunci keberhasilan. Juga, merupakan kebiasaan melakukan sesuatu yang diharapkan oleh aturan. Walaupun pada mulanya agak sulit
Pembukaan diklat Prajabatan golongan II TA. 2008 dilakukan Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Porsea , Senin (25/8) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span lang="SV">Berbicara mengenai kualitas PNS di lingkup Tobasa saat ini, masih ada yang kurang disiplin. Disiplin adalah salah satu kunci keberhasilan. Juga, merupakan kebiasaan melakukan sesuatu yang diharapkan oleh aturan. Walaupun<span> </span>pada mulanya agak sulit</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-116"></span><span>Pembukaan diklat Prajabatan golongan II TA. 2008 dilakukan Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Porsea , Senin (25/8) lalu. Pelatihan berlangsung selama 14 hari, diikuti 91 orang CPNS golongan II </span><span lang="SV">dan Honorer angkatan XI.<span> </span></span><span>Penyelengaraannya ditandai penyematan tanda peserta kepada 2 orang perwakilan peserta.<span> </span>Acara dihadiri per</span><span lang="SV">wakilan Kadiklat Propsu, Letkol Ramses Tobing ST, Ketua PN Balige serta sejumlah tamu dan undangan lainnya.<strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Berbicara mengenai kualitas PNS di lingkup Tobasa saat ini, masih ada yang kurang disiplin. Untuk itu, Bupati Monang meminta bantuan para peserta prajabatan agar melaporkannya. Selanjutnya dapat dibina ke arah yang lebih baik. ”Saudara adalah orang-orang pilihan yang diberikan Tuhan berkat menjadi CPNS dari ratusan ribu penduduk Tobasa” katanya seraya menambahkan, dirinya juga pernah menjadi PNS. Jadi, masa CPNS menerima 80% gaji, diikat aturan-aturan yang ada. Antara lain, PP 30/1980 tentang Disiplin PNS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Dikatakan, profesionalisme teknis dituntut dari para peserta. Karena itu, materi pelajaran harus betul-betul dipahami. Disiplin adalah salah satu kunci keberhasilan. Juga, merupakan kebiasaan melakukan sesuatu yang diharapkan oleh aturan. Walaupun<span> </span>pada mulanya agak sulit. ”Kita boleh bangga. Tetapi, jangan sampai menyombongkan diri. Karena barang siapa menyombongkan diri<span> </span>akan mengalami kejatuhan” ujarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Sebagai umat Tuhan, lanjutnya lagi, kita adalah garam yang dapat memberi rasa nikmat bagi setiap makanan.<span> </span>Demikian juga para PNS, dapat memberi rasa sukacita dan damai di tengah masyarakat. P</span><span>ara peserta prajabatan diminta agar betul-betul memahami 18 larangan dan 26 kewajiban yang ditetapkan dalam PP 30 1980.</span><span lang="SV"> ”Ikutilah Diklat ini dengan baik, demi percepatan pembangunan masa mendatang dalam pencapaian Tobamas 2010”tandasnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya Dandim 0210 TU Letkol Inf Ramses Tobing mengatakan, disiplin adalah kunci produktivitas. Baik disiplin lahir, <span> </span>maupun disiplin bathin. Yaitu sikap seseorang terhadap peraturan organisasi. Masyarakat kita sekarang ini menuntut kinerja aparat. Untuk itu disiplin menuntut keiklasan, kerelaan serta ketulusan menjalankan <span> </span>disiplin. “Disiplin akan dapat ditingkatkan, apabila sanksi dan penghargaan jelas, <span> </span>T</span><span lang="SV">idak ada satupun perbuatan yang melanggar peraturan dibiarkan bebas. </span><span>“ungkap Dandim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/pns-tobasa-jangan-sombong.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Renung Khawatir dan Kegamangan Rasinta</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/lukisan-rasinta-hasil-perenungan-kekhawatiran-dan-kegamangan.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/lukisan-rasinta-hasil-perenungan-kekhawatiran-dan-kegamangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 11:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Pameran Tunggal Rasinta Tarigan “Perjuangan Hidup (Life Force)” akan digelar, Sabtu, 6 hingga 20 September 2008 di Galeri Senirupa Tondi, Jl. Keladi Buntu No.6 Medan, Sumatra Utara.

Rasinta Tarigan, perupa  batak Karo, banyak berkarya mengangkat segala aspek kehidupan yang lekat dengan akar budaya batak karo.
Hampir seluruh karyanya, tercipta dari hasil perenungan kekhawatiran dan  kegamangan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"><em>Pameran Tunggal Rasinta Tarigan “Perjuangan Hidup (Life Force)” akan digelar, Sabtu, 6 hingga 20 September 2008 di Galeri Senirupa Tondi, <span lang="SV">Jl. Keladi Buntu No.6 Medan, Sumatra Utara.</span></em></p>
<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"><span id="more-115"></span></p>
<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;">Rasinta Tarigan, perupa  batak Karo, banyak berkarya mengangkat segala aspek kehidupan yang lekat dengan akar budaya batak karo.</p>
<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;">Hampir seluruh karyanya, tercipta dari hasil perenungan kekhawatiran dan <span> </span>kegamangan. Bahkan, berasal dari apreasiasi tinggi budaya karo yang mengalir di darahnya. Tidak habis-habisnya, menjadi sumber aspirasi seluruh karya lukisnya.</p>
<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;">Rasinta juga tidak segan-segan bermain di wilayah senirupa kontemporer. Asalkan gaya ini dapat menjadi media berkomunikasi antara karya-karyanya dengan khalayak umum penikmat senirupa.</p>
<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"><span lang="SV">Pameran tunggal ke-9 ini, banyak membicarakan tentang tantangan kehidupan masyarakat Karo saat ini. Misalnya, karya berjudul ”Naga di atas Pinggiran Simalem” berukuran 1m x 1,5m. Lukisan ini membicarakan kekhawatirannya sebagai anak Karo. Di mana, hampir seluruh tanah pinggiran Simalem, Danau Toba sudah dikuasai pengusaha-pengusaha bermodal tebal. </span></p>
<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"><span lang="SV">Karya lukis berjudul ”Kemenangan Kasih”, berukuran 1,5m x 1m, juga membicarakan tentang situasi dunia saat ini. Banyaknya guncangan teroris, peperangan, kelaparan dan pemanasan bumi. Dengan rasa kasih, Rasinta berharap, permasalahan yang dihadapi umat manusia di dunia ini bisa ditanggulangi.</span></p>
<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"><span lang="SV"> Pembukaan pameran akan diramaikan penyanyi kondang Tongam Sirait. Keterbukaan berkarya antara Rasinta dan penikmat-penikmat senirupa akan dipertontonkan. 20 karya lukis berukuran besar akan dipamerkan.</span></p>
<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: right;"><em><span style="font-size: 8pt;">Relis – kiriman : Ester Siregar.-</span></em></p>
<p class="ececmsonormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"><span lang="SV"><span><br />
</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/lukisan-rasinta-hasil-perenungan-kekhawatiran-dan-kegamangan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Layakkah Mereka</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/masih-layakkah-mereka.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/masih-layakkah-mereka.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 13:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Selalu saja, ketika pemimpin (uluan) berganti, ‘rakyat menunggu’. Menaruh harapan besar akan terjadinya perubahan.  Seperti teori Alvin Toffler. Perubahan niscaya akan menghasilkan perobahan.

5 tahun lalu, saat digelarnya pesta demokrasi Pemilu, menghasilkan 25 anggota DPRD terpilih. Mereka duduk di kursi legislative, bertugas untuk mengayuh perahu besar Tobasa. Rakyat menggantungkan harapannya. Hampir 120 ribu rakyat berharap, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em>Selalu saja, ketika pemimpin (uluan) berganti, ‘rakyat menunggu’. Menaruh harapan besar akan terjadinya perubahan. <span> </span>Seperti teori Alvin Toffler. Perubahan niscaya akan menghasilkan perobahan</em><span style="font-family: "><em>.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-114"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">5 tahun lalu, saat digelarnya pesta demokrasi Pemilu, menghasilkan 25 anggota DPRD terpilih. Mereka duduk di kursi legislative, bertugas untuk mengayuh perahu besar Tobasa. Rakyat menggantungkan harapannya. Hampir 120 ribu rakyat berharap, ke-25 anggota dewan yang terhormat itu akan membawa perobahan menuju perbaikan kehidupan lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Akan tetapi, (rasa-rasanya) hasilnya, tidak terlalu banyak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, (mereka) wakil rakyat tersebut, kurang menunjukkan keberpihakannya terhadap kepentingan rakyat. Banyak di antara mereka bertindak aneh-aneh. (rasa-rasanya) aneh, tapi nyata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Memang. Itulah implikasi hasil Pilkada. Ketika kita diberi kesempatan menentukan pilihan paling tepat menurut kata hati, berdasarkan suara nurani. Beberapa bulan mendatang, pesta demokrasi akan digelar kembali. Itu berarti, harapan dalam menyongsong perobahan lebih baik bisa dibayangkan kembali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Caleg dari berbagai ‘latar belakang’ bermunculan. Ada politisi, preman, kontraktor, mantan PNS, pengusaha, bahkan petualang. Ada yang kejar paket &#8220;C&#8221;, ada yang bagi-bagi pupuk, KTP gratis, dll.,  Mereka berceramah di depan rakyat, tentang rumus umum demokrasi. “Dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat”, kata mereka berapi-api. Tetapi realitanya, (boleh jadi) fungsi rakyat hanya sebagai korban hegemoni kepentingan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Rakyat hanya diberi kesempatan menggunakan hak pilihnya pada saat pemilu saja. Setelah itu, suara dan kehendak rakyat tidak berhak menentukan perjalanan sejarah bangsa ini, bahkan perjalanan kehidupannya ke depan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoTitle" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 8pt; font-family: ">25 Anggota DPRD Tobasa :</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Baktiar Tampubolon</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Boyke Pasaribu</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Dudung Simanjuntak </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Firman Pasaribu</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Hasoloan Silalahi</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Herbert Sibuea</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Jonggara Manurung</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Mangapul Siahaan </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Mangatas Silaen </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Marisi Tambunan</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Maruahal Napitupulu</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Parade Manurung</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Pardomuan Tampubolon </span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Sabam Simanjuntak</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Sabar Silalahi</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Saut Parulian Gurning</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Tagor Hutapea</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Tumpal Sitorus</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Undan Sitinjak</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Viktor Pane</span></p>
<p class="MsoTitle" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 8pt; font-family: Symbol;"><span>·<span style="font-family: "> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 8pt; font-family: ">Walton Silaen</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/masih-layakkah-mereka.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilu 2009 Tobasa Harus Lebih Baik</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/wujudkan-pemilu-2009-yang-baik-di-tobasa.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/wujudkan-pemilu-2009-yang-baik-di-tobasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 14:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Meraih sukses penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu)  2009, tentu saja tidak akan terlepas dari sejumlah persoalan yang menyertai persiapan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaannya. Pengalaman pelaksanaan Pemilu 2004 lalu, menjadi bahan pelajaran berharga yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Sehingga, penyelenggaraan Pemilu 2009  akan  lebih baik.

Pemilu 2004 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terbentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><em><span style="font-family: ">Meraih sukses penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) <span> </span>2009, tentu saja tidak akan terlepas dari sejumlah persoalan yang menyertai persiapan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaannya. Pengalaman pelaksanaan Pemilu 2004 lalu, menjadi bahan pelajaran berharga yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Sehingga, penyelenggaraan Pemilu 2009  akan  lebih baik.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span id="more-113"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: ">Pemilu 2004 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terbentuk pada tanggal 24 April 2001. Saat itu, banyak masalah yang dihadapi KPU. Terutama, dalam pengadaan logistik. Pelaksanaan Pemilu tersebut mengajarkan banyak hal yang sangat berarti. Sungguh ironis, jika segala yang buruk kembali terulang, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: ">Sepintas memang terlihat, bahwa persoalan menjelang Pemilu 2009 tidaklah mudah. Pemilu 2009 telah memasuki tahap awal. Yaitu, pencalonan anggota legislatif oleh partai politik. Kejenuhan politik menghinggapi masyarakat, akibat kekecewaan demokrasi. Kurang bermaknanya demokratisasi terhadap kehidupan masyarakat, menimbulkan tingginya angka golput. Termasuk merosotnya kredibilitas penyelenggara negara karena korupsi. Juga, skandal moralitas yang menjerat elite politik. Dampaknya adalah, kian melemahnya antusiasisme publik untuk berpartisipasi dalam Pemilu. Juga, lunturnya kepercayaan publik terhadap demokrasi. Jika tidak diatasi, hal ini dikhawatirkan menjadi sandungan politik bagi keberlanjutan demokrasi di tanah air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: ">Pembenahan proses penegakan hukum Pemilu, sangat perlu. Sebab, banyak masyarakat yang tidak puas atas proses dan hasil Pemilu. Hal tersebut diakibatkan banyaknya pelanggaran yang tidak bisa diselesaikan. Juga, perasaan telah diperlakukan tidak adil oleh para penyelenggaranya. Masalah penegakan hukum dalam pelaksanaan Pemilu, tidak boleh dibiarkan begitu saja Karena, merupakan ancaman terhadap legitimasi hasil Pemilu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: ">Kini, yang paling mendesak, jelas di depan mata sekaligus paling realistis dilakukan, adalah partisipasi masyarakat dan kinerja institusi Pemilu 2009. Bagaimana menjadikan Pemilu mendatang lebih berkualitas, setidaknya seperti Pemilu sebelumnya, sehingga mendongkrak kepercayaan publik terhadap demokrasi. Harusnya kita belajar dari masa lalu. Jangan mengulangi yang tidak baik, tapi memperbaikinya agar menjadi lebih baik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: normal;"><span style="font-family: "> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/wujudkan-pemilu-2009-yang-baik-di-tobasa.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Tobasa Idol dengan Baik</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/manfaatkan-tobasa-idol-dengan-baik.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/manfaatkan-tobasa-idol-dengan-baik.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 17:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Tobasa Idol, merupakan audisi penyanyi berbakat usia sekolah. Tujuannya, mencari bibit-bibit penyanyi, serta sebagai tempat penyaluran bakat buat anak pelajar. Audisi ini menjadi salah satu kegiatan yang dapat menambah pengalaman.

Terselenggara atas kerja sama Pemkab dengan Pers Tobasa, dimulai sejak tanggal 21 Juni 2008, di Komplek Monumen  D.I. Panjaitan Balige, depan Kantor Dinas Pariwisata Seni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span>Tobasa Idol, merupakan audisi penyanyi berbakat usia sekolah. Tujuannya, mencari bibit-bibit penyanyi, serta sebagai tempat penyaluran bakat buat anak pelajar. Audisi ini menjadi salah satu kegiatan yang dapat menambah pengalaman.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-107"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Terselenggara atas kerja sama Pemkab dengan Pers Tobasa, dimulai sejak tanggal 21 Juni 2008, di Komplek Monumen  D.I. Panjaitan Balige, depan Kantor Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Tobasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> 15 Finalis Tobasa Idol  akan berkompetisi pada malam grand final, yang digelar 16 Agustus 2008 mendatang. Belum lama ini, mereka melakukan kunjungan ke beberapa tempat. Maksudnya, untuk menambah wawasan berpikir guna memperkenalkan Tobasa ke dunia luar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.imrannapitupulu.com/wp-content/uploads/2008/08/peserta-tobasa-idol-tharry-hutagaol-dan-tp-pkk-tobasa.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-108" title="peserta-tobasa-idol-tharry-hutagaol-dan-tp-pkk-tobasa" src="http://www.imrannapitupulu.com/wp-content/uploads/2008/08/peserta-tobasa-idol-tharry-hutagaol-dan-tp-pkk-tobasa-300x224.jpg" alt="tobasa idol" width="300" height="224" /></a><span> Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tobasa, Ny Agustina Liberty Pasaribu didampingi pengurus, Kamis (7/8) lalu mengatakan, banyak hal bisa dilakukan untuk memberikan kegiatan positif bagi remaja. Sehingga, remaja, lebih terarah dalam pemikiran yang mendidik dan berwawasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://tobasa idol" alt="" /><span>Selain itu, sesama peserta akan saling kenal. Bisa menjalin persahabatan dan saling tukar pengalaman. Apalagi, orang Batak dikenal sebagai salah satu suku memiliki potensi olah vokal. &#8220;Jadi, kegiatan Tobasa Idol harus bisa dimanfaatkan dengan baik,&#8221; ujar Ny Agustina.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Program pokok kegiatan PKK diterangkannya kepada 15 finalis tersebut. TP PKK, bermitra dengan pemerintah untuk tujuan pembangunan daerah. Juga, memberikan pengertian kepada masyarakat. Terutama, kaum ibu. Agar menggali potensi yang ada. Sehingga, bisa dimanfaatkan demi kesejahteraan keluarga di tengah sempitnya lapangan pekerjaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Bagi Finalis Tobasa Idol yang rata-rata berusia 13 sampai 18 tahun, yang ingin memperdalam kemampuan dalam dunia tarik suara, juga merupakan potensi lapangan pekerjaan. “Namun, kepada para putra-putri batak, jika menjadi artis agar tetap berprilaku seperti boru batak dan tidak menjadi korban dunia glamour”imbuhnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Mulai cara berbicara sampai cara berpakaian harus tetap rapi dan sopan. Dalam berpakaian, jangan terlalu seronok di pandang mata. Sebab, budaya berpakaian tersebut tidak mengakar dalam kehidupan  orang batak. Apalagi, perempuan batak. &#8220;Kalau bisa, cara berpakaiannya juga tetap sopan,&#8221; kata Ny. Agustina.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Para remaja, lanjut Agustina, perlu mendengarkan penjelasan tentang bahaya narkoba dan virus mematikan HIV/Aids. Dengan penjelasan tersebut, dapat terhindar dari dunia luar yang sangat rentan terhadap perilaku menyimpang. “Dengan berbekal pengetahuan tersebut, para remaja bisa memproteksi diri.” jelasnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 26.95pt;"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/manfaatkan-tobasa-idol-dengan-baik.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Karateka Tobasa Peraih Medali PON XVII Dapat Penghargaan</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/karateka-tobasa-peraih-medali-pon-xvii-dapat-penghargaan.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/karateka-tobasa-peraih-medali-pon-xvii-dapat-penghargaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 17:02:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<category><![CDATA[journal]]></category>

		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Pemkab Tobasa sangat mendukung segala kegiatan positif. Termasuk, bidang olahraga yang menghasilkan manusia-manusia tangguh berprestasi yang membawa harum nama bangsa Indonesia. Baik di event nasional maupun internasional. Khususnya, karateka Tobasa yang telah mengukir prestasi gemilang. 

Hal itu dikatakan Bupati Tobasa Drs. Monang Sitorus, SH, M.BA saat menerima kunjungan Pengurus Kushinryu Karatedo Indonesia (KKI) Tobasa di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><em><span lang="SV">Pemkab Tobasa sangat mendukung segala kegiatan positif. Termasuk, bidang olahraga yang menghasilkan manusia-manusia tangguh berprestasi yang membawa harum nama bangsa Indonesia. Baik </span><span>di event nasional maupun internasional. </span><span lang="SV">Khususnya, karateka </span><span>Tobasa yang telah mengukir prestasi gemilang. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-104"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span>Hal itu dikatakan Bupati Tobasa Drs. Monang Sitorus, SH, M.BA saat menerima kunjungan Pengurus Kushinryu Karatedo Indonesia (KKI) </span><span lang="SV">Tobasa di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati Tobasa, Jalan Pagarbatu Balige, Selasa (508) lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Didampingi Ketua Harian KONI Tobasa Sedih Simanjuntak, SH<span> </span>dalam arahannya dikatakan, Tobasa merupakan gudang atlet. Karenanya, sebagai Bupati maupun sebagai pribadi, dianya sangat respek. Bangga, dan<span> </span>memberi apresiasi tinggi bagi para atlet, serta orang-orang<span> </span>yang menunjukkan prestasi positif di bidangnya masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Kunjungan Pengurus KKI Tobasa dipimpin Ketuanya Binahar Napitupulu-tokoh pemuda Tobasa. Juga, Ketua Harian merangkap pelatih,<span> </span>Drs. Biduan Siahaan dan Drs. Flores Siahaan, Rintar Napitupulu serta para atlet KKI Tobasa. Yakni, D.Dharmawan, Charles Napitupulu dan Juli Manurung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Kunjungan tersebut, untuk melaporkan prestasi yang dicapai para atlet yang telah membawa nama harum Propinsi Sumatera Utara pada PON XVII Kalimantan Timur, bulan Juli 2008 lalu. Dalam event ini, D.Dharmawan, karateka internasional peraih medali emas kelas 60 kg putra. <span> </span>Juga peraih perunggu pada beregu putra. Serta, Carles Napitupulu peraih perunggu kelas 80 kg putra. Selain itu, Juli Manurung peraih perak kelas 53 kg putri, serta medali perunggu pada beregu putri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Atas prestasi yang diraih, Bupati Monang secara spontan meminta kepada Ketua Harian KONI Tobasa Sedih Simanjuntak, yang juga Asisten III Administrasi Umum Pemkab Tobasa, untuk mengupayakan penghargaan dari Pemkab Tobasa. Juga, menjadwalkan acara pemberian penghargaan secara khusus kepada para atlet, pada malam resepsi kenegaraan Perayaan HUT RI ke-63 Tingkat Kab. Tobasa di rumah dinas Bupati.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Secara khusus Monang mengucapkan selamat berlatih pada D.Dharmawan, yang akan mengikuti Kejuaraan Piala KASAD Oktober 2008 mendatang. Juga, seleksi nasional Sea Games Laos. Kepada pelatih, Biduan Siahaan yang akan berangkat mengikuti Penataran Wasit Karate Internasional di Kinabalu-Malaysia, awal September 2008 ini, dimintakan lewat kegiatan tersebut dapat menambah prestasi karateka Tobasa masa mendatang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/karateka-tobasa-peraih-medali-pon-xvii-dapat-penghargaan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>BPC APAKSINDO Tobasa Terbentuk</title>
		<link>http://www.imrannapitupulu.com/bpc-apaksindo-tobasa-terbentuk.html</link>
		<comments>http://www.imrannapitupulu.com/bpc-apaksindo-tobasa-terbentuk.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 13:42:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imran Napitupulu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.imrannapitupulu.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Merupakan Wadah Pengusaha Professional dan Mandiri





Ketua   Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Pengusaha Konstruksi Seluruh   Indonesia (Apaksindo) Sumatera Utara, Ir. Lancar Siahaan, Sabtu (19/7) lalu, di   kantornya Jalan Ayahanda No 5 Medan, menyerahkan SK. Kepengurusan Badan   Pengurus Cabang (BPC)   Apaksindo Tobasa masa tugas 2008 - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11pt; color: black;"><em>Merupakan Wadah Pengusaha Professional<span> </span>dan Mandiri</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-102"></span></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding: 0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Ketua   Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Pengusaha Konstruksi Seluruh   Indonesia (Apaksindo) Sumatera Utara, Ir. Lancar Siahaan, Sabtu (19/7) lalu, di   kantornya Jalan Ayahanda No 5 Medan, menyerahkan SK. Kepengurusan Badan   Pengurus </span><em>Cabang</em><span style="font-size: 11pt;"> (BPC)   Apaksindo Tobasa<span> </span>masa tugas 2008 -   2013.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Beberapa   nama yang tercantum dalam jajaran pengurus, di antaranya Jonhal Tambunan, SE   sebagai Ketua, Ir. I. Napitupulu sebagai Sekretaris dan Drs. Monang Silalahi   sebagai Bendahara. Sedangkan posisi ketua bidang, masing-masing dipercayakan   kepada Nando Siahaan (bidang sertifikasi), Martua Napitupulu (bidang   external/internal), Drs. Bima Simanjuntak (bidang SDM), Humisar Panjaitan, SH   (bidang hukum) dan Tumpak Napitupulu (bidang Humas).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Acara   penyerahan SK kepengurusan dan pelantikan berlangsung sangat sederhana.<span> </span>Akrab, dalam suasana kekeluargaan yang   kental. &#8220;Kepada seluruh pengurus dan anggota Apaksindo di daerah, saya   mengharapkan agar mampu mengembangkan organisasi dengan sebaik-baiknya,&#8221;   ucap Lancar dalam arahannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://www.imrannapitupulu.com/wp-content/uploads/2008/08/apaksindo-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-112" title="apaksindo-2" src="http://www.imrannapitupulu.com/wp-content/uploads/2008/08/apaksindo-2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><span style="font-size: 11pt;">Lancar   juga menghimbau, seluruh anggota bisa solid dan tetap berada pada jalur yang   sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. “Selain itu, kehadiran   Apaksindo di daerah Tobasa, hendaknya<span> </span>mampu menciptakan suasana kooperatif kepada semua pihak. Di   antaranya,<span> </span>dengan pemerintah daerah   dan asosiasi lain. Sehingga, dalam menjalankan perannya di dunia jasa   konstruksi, dapat berjalan dengan baik.” ujar Ketua Umum Majelis Pertimbangan   Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (MP LPJKD) Sumut<span> </span>ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Menurutnya,   tugas selanjutnya yang harus diselesaikan pengurus terpilih antara lain, melakukan   pendataan anggota dengan membuat permohonan Kartu Tanda Anggota (KTA). “Kemudian,   dilanjutkan dengan pembuatan sertifikat badan usaha.” jelasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">Ketua   BPC Tobasa, Jonhal Tambunan, SE mengatakan, pihaknya akan berupaya memajukan   asosiasi dengan tetap berpegang teguh terhadap garis-garis yang ditentukan. “Dalam   menjalankan usaha jasa konstruksi ini, kami<span> </span>akan senantiasa taat dengan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.   Juga, akan tetap memperhatikan kualitas dan ketepatan waktu, agar berhasilguna   untuk kepentingan masyarakat “ujar Jonhal.</span></p>
<p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;">BPC Apaksindo Tobasa, kata Jonhal, akan senantiasa   memelihara etika profesi. Berusaha tetap menjaga hubungan kemitraan dengan   Instansi Pemerintah maupun Swasta. Karena, Asosiasi ini merupakan wadah bagi   kontraktor bidang kontruksi yang memiliki profesionalisme tinggi” ucap   Jonhal.</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.imrannapitupulu.com/bpc-apaksindo-tobasa-terbentuk.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
