Budaya Tak Sekedar Pemberi Identitas
“Jika pluralitas budaya yang dimiliki Indonesia dianyam, akan menjadi serat-serat yang saling menguatkan. Manfaatnya akan besar”, ujar Sri Sultan Hamengkubuwono X.
5 gadis penari berpakaian adat Batak ‘manortor’ sambil mundur manomu kehadiran Sri Sultan HB X dan Kanjeng Ratu Hemas di Kampus US XII Medan, Senen, lalu. Ketua Yayasan, GM Panggabean, bersama beberapa orang lainnya menunggu di pintu utama kampus. Setibanya Sri Sultan di depan pintu utama, ditaburi boras sipir nitondi. Horas. Horas. Horas.
Saat memberikan ceramah umum di Universitas Sisingamangaraja XII Medan, Sri Sultan mengatakan, budaya tidak sekedar pemberi identitas. Tapi, dapat menjadi perekat dan penguat. Bahkan pemersatu bangsa Indonesia.
Dikatakan, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang masyarakatnya terdiri dari satu budaya, agama, kelompok tertentu. Pada masa silam, nenek moyang kita hidup terbuka, bagi siapa pun juga. Tidak memandang agama, suku dan warna kulit. Karenanya, hidup bersama dalam semangat toleransi perlu dikembangkan dalam masyarakat Indonesia. “Sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa yang lebih utuh,”katanya.
Kebudayaan Indonesia baru, kata Sultan, ibarat pohon yang berdiri tegak, rimbun dan berbuah lebat. Karena itu, Indonesia harus mampu memakmurkan, memajukan dan memberi rasa keadilan bagi seluruh rakyatnya. Dari generasi ke generasi. Dengan kemampuan menerapkan Bhineka Tunggal Ika sebagai strategi budaya untuk membangun ke-Indonesiaan, akan membuat setiap etnik merasa bangga memiliki negeri, bernama Indonesia.
Membangun ke-Indonesiaan tersebut, menurut Sultan, harus dikembangkan dari nilai-nilai yang dimiliki masyarakat itu sendiri. Karena melupakan nilai-nilai budaya etnik, masyarakat adat hanya akan menciptakan Indonesia tumbuh tanpa jiwa dan identitas. “Pada akhirnya, kita tidak akan memperoleh hasil pembangunan kebudayaan yang konstruktif, visioner, antisipatif, progresif, kritis dan berkelanjutan, sebagai kekuatan dan pemersatu bangsa Indonesia,” tandasnya.
Filed under: Uncategorized, journal